kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Meski Industri Tepung Terigu Menantang, TRGU Berharap Kinerja Bisnis Tumbuh Tahun Ini


Senin, 08 Januari 2024 / 18:34 WIB
Meski Industri Tepung Terigu Menantang, TRGU Berharap Kinerja Bisnis Tumbuh Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) berharap kinerja akan tumbuh di tahun ini meski industri tepung terigu menghadapi sejumlah tantangan.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen tepung olahan gandum, PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) berharap kinerja akan tumbuh di tahun ini meski industri tepung terigu menghadapi sejumlah tantangan.

Chief Financial Officer (CFO) Cerestar Indonesia Mulyadi Chandra mengatakan, tahun 2024, TRGU berharap revenue akan tetap tumbuh, proyeksi perbaikan di harga jual dapat meningkatkan margin.

"Walaupun saat ini masih terdapat ketidakpastian baik dari lingkungan global maupun regional kita," kata Mulyadi kepada Kontan.co.id, Senin (8/1).

Ia menjelaskan, potensi pasar di industri tepung terigu dan bahan pakan ternak menciptakan sebuah landscape menarik bagi TRGU. Konsumsi tepung terigu per kapita di Indonesia masih jauh lebih kecil dari negara-negara tetangga, padahal populasi Indonesia merupakan terbesar ke 4 di dunia.

Baca Juga: Incar Omzet Naik di Tahun 2024, Cerestar Indonesia (TGRU) Genjot Bisnis Pakan Ternak

"Dapat dibayangkan potensi ke depannya yang begitu besar. Dapat dipastikan bahwa kebutuhan akan terus meningkat," ujar Mulyadi.

Meskipun potensinya begitu besar, TRGU mewaspadai beberapa aspek untuk 2024, seperti fluktuasi USD serta terjadinya berbagai masalah dalam logistik global yang dapat mempengaruhi supply chain. Beberapa faktor tersebut sangat mempengaruhi harga komoditas global, yang akan berefek kepada harga bahan baku dan harga jual.

"Tetapi, semua kekhawatiran tersebut merupakan variabel-variabel di luar kemampuan kami, kami terus memperhatikan kondisi-kondisi tersebut dan melakukan beberapa strategi untuk memitigasi resiko dalam mengamankan bahan baku," tutur Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, TRGU telah melalui banyak kondisi yang kurang baik tetapi tetap bertahan malahan bertumbuh. Dengan strategi baru memasuki pasar bahan pakan ternak sejak akhir 2022, TRGU memproyeksikan pertumbuhan yang lebih pesat lagi.

 

Menurut dia, konsumsi ternak berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan konsumsi tepung terigu. Dapat dibayangkan berapa besar populasi ternak yang menjadi konsumsi sehari-hari, seperti ayam, ikan dan lain-lain.

"Tahun ini, TRGU akan meningkatkan volume penjualan dengan telah beroperasinya secara full Processing & Packing Facility di Cilegon sejak Q3 2023," pungkas Mulyadi.

Hingga kuartal III-2023, TRGU mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar Rp 3,9 triliun atau tumbuh sebesar 54,1% jika dibandingkan pendapatan periode sama tahun lalu senilai Rp 2,54 triliun.

Meski pendapatan naik, TRGU mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,70 miliar hingga akhir kuartal 3 tahun 2023. Laba tersebut merosot 93,5% dari periode sama tahun sebelumnya yang berada pada nilai Rp 72,48 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×