kontan.co.id
banner langganan top
Jum'at, 4 April 2025 | 05:17 WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%

Metropolitan Land (MTLA) Sebut Efek Insentif Pajak Pertambahan Nilai Belum Maksimal


Minggu, 04 Februari 2024 / 15:03 WIB
Metropolitan Land (MTLA) Sebut Efek Insentif Pajak Pertambahan Nilai Belum Maksimal
ILUSTRASI. Proyek residensial terbaru Metropolitan Land (MTLA) di Cikarang.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menyampaikan bahwa efek insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) belum mencapai hasil maksimal.

Direktur Metropolitan Land, Olivia Surodjo, menjelaskan bahwa insentif resmi yang diberlakukan pemerintah pada Oktober 2023 hanya berlaku untuk transaksi hingga Desember 2023.

"Kami berharap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) PPN DTP tahun 2024 dapat segera diterbitkan agar dapat mencapai target serah terima bangunan dan pengakuan penjualan pada bulan Juni 2024," ungkapnya kepada Kontan belum lama ini.

Baca Juga: Tahun Ini, Metropolitan Land (MTLA) Optimistis Okupansi Mal Capai 99%

Olivia menambahkan bahwa MTLA masih menanti PMK PPNDTP tahun 2024 untuk dapat menghitung marketing sales program PPNDTP tahun 2023 sebelumnya.

Meskipun begitu, MTLA memberikan gambaran bahwa penjualan MTLA hingga November 2023, yang terdiri dari pre-sales dan recurring revenue, telah mencapai Rp 1,5 triliun, atau sekitar 83% dari total target Rp 1,8 triliun.

Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski mencatat sedikit penurunan dalam beberapa proyek akibat penyelesaian proyek, Olivia mengungkapkan bahwa pembeli menjadi terbatas, terutama di Metland Cilincing.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Garap Residensial Anyar di Cikarang

Direktur Utama Metropolitan Land, Anhar Sudradjat, telah memprediksi adanya peluang peningkatan penjualan perseroan sekitar 20% hingga 25% berkat adanya PPNDTP.

Anhar menambahkan bahwa insentif PPNDPT sebesar 10% yang berlaku hingga Juli 2024, dan 5% hingga akhir tahun ini, akan menjadi sinyal positif bagi perseroan dalam menyambut penjualan tahun depan.

"Dalam menghadapi tahun politik pada 2024, ada kemungkinan masyarakat menahan pembelian. Oleh karena itu, stimulus dari pemerintah untuk industri properti diharapkan dapat mendorong keputusan pembelian calon konsumen. MTLA menyadari isu sensitif di tahun 2024 adalah isu politik, namun adanya peluang suku bunga kembali turun karena inflasi yang terkendali," tambah Olivia.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Optimistis Okupansi Mal Capai 99% pada 2024

Ia menegaskan bahwa di tahun 2024, Metropolitan Land akan terus mengembangkan proyek-proyek residensial dan komersial yang sedang berjalan. Proyek-proyek baru yang terus berlanjut antara lain Metland Cikarang dan Metland Kertajati.

"Rumah tapak tetap menjadi fokus kerja dan produk unggulan MTLA. Hampir di semua proyek residensial yang sedang berjalan, direncanakan akan diluncurkan produk-produk terbaru pada tahun 2024," ujar Olivia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×