Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, mulai menguji coba truk angkut listrik (EV hauling truck) di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam operasional tambang.
Uji coba menggunakan SANY 445 EV Dump Truck tersebut merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid yang telah dijalankan MHU sejak awal 2025. Inisiatif ini sekaligus menjadi tonggak (milestone) menuju operasi tambang yang lebih efisien energi dan rendah emisi.
Kepala Teknik Tambang MHU Aris Subagyo menjelaskan, uji coba dilakukan langsung di area tambang untuk memperoleh gambaran kinerja sesuai kondisi operasional sebenarnya. Evaluasi difokuskan pada performa hauling, ketahanan unit di medan tambang, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi.
“Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan operasi,” ujar Aris dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: MHU Dorong Transisi Energi Adil Melalui Penguatan Ekonomi Lokal
Secara operasional, MHU dinilai memiliki prasyarat untuk pengembangan elektrifikasi, antara lain akses pasokan listrik PLN yang memadai serta proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi tersebut membuka peluang efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah dan panjang.
SANY 445 EV Dump Truck yang diuji memiliki konfigurasi penggerak 8x4 dengan sistem baterai charging dan swapping. Unit ini ditenagai motor listrik berdaya hingga 460 kW dengan torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW.
Dari sisi biaya, dengan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K mencapai sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara EV dump truck berada di kisaran Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, sehingga berpotensi menghemat biaya operasional hingga 40%.
Uji coba ini melanjutkan program HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah diterapkan MHU sejak awal 2025. Melalui teknologi hybrid, konsumsi bahan bakar armada off-highway truck berhasil ditekan dari 68 liter per jam menjadi 36,7 liter per jam atau turun sekitar 46%.
Selama periode Februari–Juni 2025, program HYDRUM mencatat penghematan bahan bakar 1,22 juta liter, penghematan biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi sebesar 3.067,9 ton CO₂e.
Baca Juga: GM Tractors & GM Mobil Ekspansi Alat Berat EV dan Truk Listrik
Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar menyatakan, uji coba truk listrik ini mencerminkan kesinambungan strategi ESG perusahaan. “Uji coba ini menjadi langkah lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya.
Komitmen ESG MHU juga tercermin dari penilaian Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 oleh S&P Global. MMSGI sebagai induk usaha mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels.
Ke depan, hasil uji coba truk listrik ini akan menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi operasional MHU, sejalan dengan komitmen grup terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.
Selanjutnya: 10 Cara Efektif Menaikkan Berat Badan dalam Seminggu, Mau Coba?
Menarik Dibaca: 10 Cara Efektif Menaikkan Berat Badan dalam Seminggu, Mau Coba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













