kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Migas lesu, Bukaka alih bisnis ke konstruksi


Kamis, 10 Agustus 2017 / 10:29 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Bukaka Teknika Utama Tbk (BUKK) mengalihkan bisnisnya ke segmen konstruksi dan infrastruktur di tengah bisnis minyak dan gas (migas) yang lesu. 

Sofiah Balfas, Direktur Unit Steel Bridge, Construction Equipment, Oil & Gas PT Bukaka Teknika Utama Tbk (BUKK) mengatakan, saat ini divisi usahanya bakal mengerjakan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated II. "Kami baru tandatangan dari Waskita/Acset, volume jalan layang yang kami kerjakan 215.000 ton untuk kurun waktu 18 bulan pengerjaan," urainya dalam paparan publik, Rabu (9/8).

Nilai proyek tersebut sebesar Rp 2,9 triliun. Unit usaha steel bridge ini memiliki kapasitas produksi 100.000 ton-150.000 ton per tahun untuk jembatan baja maupun konstruksi layang (elevated) lainnya. BUKK juga mengincar proyek jembatan kereta api cepat Jakarta-Surabaya.

Unit oil & gas milik BUKK diketahuimemproduksi pompa tangguk (pumping) dengan kapasitas 75 unit-100 unit per bulan. Sofiah mengatakan, Bukaka telah memproduksi lebih dari 6.000 unit yang dipakai oleh perusahaan multinasional. Sebagian besar diserap oleh Chevron Pacific Indonesia.

Melambannya bisnis migas menjadikan BUKK mengalihkan bisnisnya pula ke segmen perkebunan (plantation). Sofiah mengatakan perseroan ini juga terlibat dalam proyek pembangunan pabrik kelapa sawit. "Setidaknya ada lima proyek terkait hal tersebut," kata Sofiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×