Reporter: Amailia Putri Hasniawati |
JAKARTA. Biasanya, setiap melelang kayu jati, Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) melepas kayu jati gelondongan yang baru ditebang. Tapi, minggu ini, BUMN kayu ini bakal melelang secara online stok gelondongan kayu tebangan lawas yang belum berhasil terjual. Uniknya, Perhutani bakal melepas kayu itu dengan harga cukup miring.
Direktur Perdagangan iPasar FX Judamanto mengungkapkan, total volume gelondongan kayu jati lama yang akan dilelang Perhutani tersebut sekitar 9.000 meter kubik (m³) dengan ukuran cukup bervariasi. Mulai dari diameter kurang dari 20 centimeter (A1), diameter antara 20 sampai 30 centimeter (A2), dan di atas 30 centimeter (A3).
Nah, Senin (29/3) besok, iPasar selaku penyedia lelang online dan Perum Perhutani akan menggelar rapat evaluasi untuk mendesain ulang formulasi untuk menjual kayu-kayu jati tebangan tahun lalu itu. Maklum, selama ini, Perhutani kesulitan menjual kayu-kayu itu ke pasar. Salah satu penyebabnya, pengusaha mebel tidak banyak tahu seputar informasi penjualan kayu-kayu itu.
Makanya kini Perhutani menyebarkan secara luas rencana pelelangan kayu-kayu jati tebangan lama itu. Bahkan, Perhutani bakal mendiskon harga kayu-kayu itu. "Beberapa perajin kayu di Jawa Tengah dan tempat lain sangat antusias dengan rencana ini," kata Judamanto, akhir pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News