kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Minyak dunia rata-rata di bawah US$ 20 per barel, mengapa BBM tak kunjung turun?


Kamis, 23 April 2020 / 09:14 WIB
ILUSTRASI. Petugas mengisi bahan bakar minyak kendaraan di SPBU Pertamina, Bogor, Kamis (9/4). Pasokan BBM Pertamina untuk produk jenis bensin seperti Premium, Pertalite, dan Pertamax dinyatakan aman di atas 22 hari atau selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

Salah satunya dengan mengembalikan besaran konstanta dalam penetapan formula harga BBM, dengan menetapkan besaran konstanta itu seperti ditetapkan dalam regulasi sebelumnya.

"Di samping itu, Menteri ESDM harus mengevaluasi besaran MOPS yang disesuaikan dengan harga minyak dunia yang berlaku," kata Fahmy.

Baca Juga: Penasaran mengapa harga BBM kita belum juga turun? Ini jawabannya....

Apalagi, penurunan harga BBM bakal menaikkan daya beli masyarakat yang terpuruk akibat dampak covid-19. Kenaikan daya beli akan meningkatkan konsumsi yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, kata Fahmy, keputusan untuk tidak menurunkan harga BBM menunjukkan ketidakadilan terhadap konsumen.

"Pada saat harga minyak dunia naik, Pertamina dengan sigap menaikkan harga BBM. Namun saat harga minyak dunia turun drastis, Pertamina tidak menurunkan harga BBM. Pada saat inilah momentum yang paling tepat untuk menurunkan secara serentak harga BBM Non-Subsidi dan Subsidi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×