kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) anggarakan belanja modal Rp 200 miliar tahun ini


Selasa, 15 Januari 2019 / 19:38 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk tidak akan banyak membangun rumah sakit baru di tahun ini. Tahun ini, emiten berkode saham MIKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menganggarkan belanja modal Rp 200 miliar,  lebih kecil dibandingkan tahun lalu. 

"Belanja modal tahun ini tidak terlalu banyak karena tahun lalu sudah cukup heavy sekitar Rp 800 miliar untuk menambah 4 rumah sakit baru yang dibuka tahun ini," ujar Aditya Widjaja, Investor Relation Mitra Keluarga Karyasehat saat dihubungi kontan.co.id, Selasa (15/1).

Aditya menambahkan, belanja modal sebesar Rp 200 miliar tersebut berasal dari internal saja. "Kalau di 2019 sendiri paling hanya cadangin 1 rumah sakit lagi untuk buka di 2020, jadi belanja modal kami selalu related dengan pembangunan rumah sakit," jelasnya.

Sedangkan untuk kinerja di tahun ini, dengan penambahan 4 rumah sakit baru juga MIKA mengincar pertumbuhan high single single digit. Namun, sayang ia tidak memaparkan secara detail terkait target tersebut.

Adapun untuk pertumbuhan itu sendiri diyakini dengan adanya kontribusi dari pasien JKN. Menurutnya tahun ini pastinya kontribusi dari pasien JKN akan lebih besar sebab masyarakat sudah semakin banyak yang mengetahui jika perusahaan melayani pasien JKN. "Sebab itu juga sistemnya referensi dari Puskesmas juga," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×