kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Mitra Stania Prima Perkuat Praktik Tambang Timah Berkelanjutan


Rabu, 21 Januari 2026 / 19:12 WIB
Mitra Stania Prima Perkuat Praktik Tambang Timah Berkelanjutan
ILUSTRASI. PT Mitra Stania Prima (MSP) (Dok/PT Mitra Stania Prima (MSP))


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Stania Prima (MSP) menegaskan komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan timah yang berlandaskan Kaidah Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice/GMP) serta prinsip keberlanjutan lingkungan.

Penerapan GMP menjadi standar operasional perseroan untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan aman, efisien, dan bertanggung jawab. Prinsip ini mencakup aspek keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga hubungan sosial dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang. 

Sementara itu, keberlanjutan lingkungan diarahkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mengelola sumber daya alam secara bijaksana, serta memastikan pemulihan lingkungan pascatambang tetap optimal.

Direktur Operasional MSP An Sudarno menjelaskan, kedua prinsip tersebut saling terkait dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kuota Produksi Timah Tahun 2026 Diperkirakan Capai 60.000 Ton

Dalam pengelolaan air limbah,  kata An, MSP menerapkan sistem sirkulasi tertutup. Air limbah diolah melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk kemudian dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.

“Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan,” ujar An dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026). 

Dari sisi pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), perseroan melakukan pengurangan timbulan limbah melalui penerapan elektrifikasi dalam kegiatan operasional. Adapun limbah B3 yang masih dihasilkan dikelola sesuai ketentuan dengan menggandeng pihak ketiga berizin, berdasarkan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan.

Baca Juga: BUMN Berpotensi Garap Tambang LTJ, Timah (TINS) Ungkap Kesiapan

MSP juga menjalankan pengelolaan limbah padat dan sampah secara berkelanjutan. Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah plastik dimanfaatkan menjadi ecobrik, sementara limbah kaleng aluminium digunakan kembali dalam proses pemurnian. 

Untuk sampah residu yang tidak dapat diolah, lanjut An, MSP bekerja sama dengan pihak ketiga berizin serta didukung Dinas Lingkungan Hidup kabupaten setempat.

Selain itu, upaya efisiensi energi dan penurunan emisi juga menjadi fokus perseroan. MSP secara bertahap menggantikan penggunaan bahan bakar solar dengan energi listrik yang bersumber dari energi bersih terbarukan milik PLN. Komitmen ini diperkuat melalui kerja sama penggunaan listrik hijau serta kepemilikan Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC) dari PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×