kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Arsari Tambang Bidik Aset Tambang di Kanada Senilai Rp 7 Triliun


Rabu, 15 Oktober 2025 / 19:26 WIB
Diperbarui Rabu, 15 Oktober 2025 / 19:35 WIB
Arsari Tambang Bidik Aset Tambang di Kanada Senilai Rp 7 Triliun
ILUSTRASI. Presiden Direktur Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo (kiri) dan Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo meluncurkan Envirotin pada Mineral dan Batu bara Convention - Expo (Minerba Convex) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Envirotin merupakan produk timah ramah lingkungan yang diproduksi dengan sumber energi terbarukan guna mendukung hilirisasi industri mineral yang berkelanjutan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arsari Tambang, perusahaan tambang timah yang dikendalikan oleh keluarga Presiden Prabowo Subianto, tengah menjajaki akuisisi aset tambang di Kanada.

Chief Executive Officer (CEO) Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa langkah tersebut akan memanfaatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Kanada yang baru ditandatangani bulan lalu.

Baca Juga: Polemik Harga Jual Tambang di Bawah HPM Masih Belanjut

“Kami berencana berinvestasi di salah satu aset tambang di Kanada dengan memanfaatkan perjanjian kemitraan ekonomi yang baru disepakati kedua negara,” ujar Aryo kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).

Meski enggan membeberkan detail terkait target akuisisi karena masih dalam tahap negosiasi, Aryo menyebut nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp 7 triliun atau sekitar US$ 423 juta. Perseroan menargetkan transaksi dapat rampung pada Juni 2026.

Perjanjian ekonomi antara Indonesia dan Kanada tersebut diharapkan dapat menggandakan nilai perdagangan kedua negara dalam enam tahun ke depan.

Baca Juga: Asosiasi Tambang Minta Pertimbangkan Penggunaan B50, ESDM: Bukan Masalah Teknis

Sebagai informasi, Arsari Tambang beroperasi utama di wilayah Bangka Belitung, yang dikenal sebagai sentra produksi timah Indonesia, produsen timah terbesar kedua di dunia.

Salah satu anak usahanya, PT Mitra Stania Prima, memiliki kapasitas peleburan mencapai 3.811 ton metrik per 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×