kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mitsubishi siap masuk ke segmen MPV sejuta umat


Sabtu, 24 Januari 2015 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Makanan Penyebab Inflamasi yang Harus Dihindari


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

BANDUNG. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sudah mengungkap akan meluncurkan model low MPV pada semester kedua 2017. Diyakini saat itu segmen paling gemuk se-Indonesia tersebut masih dan akan terus bergairah.

Bermodalkan model yang benar–benar baru, segar, dan telah disesuaikan untuk Indonesia, KTB yakin mampu meraup pangsa pasar lumayan tinggi.

“Keyakinan kita ada di pasar mobil penumpang. Pasar paling besar selama beberapa tahun, terus tidak bergerak alias tinggi terus itu adalah mobil penumpang, stabil di angka 70% (porsi penjualan nasional). Kontribusi terbesar adalah kelas MPV, itu tidak bergerak selama lima tahun lebih, posisi itu stabil,” ungkap Duljatmono, Operating General Manager of Mitsubishi Motor Corp (MMC ) Marketing Division KTB di Bandung, Rabu (21/1) lalu.

Porsi segmen MPV yang berkontribusi paling besar adalah level bawah low MPV atau yang biasa dikenal dengan sebutan MPV Sejuta Umat. Kelas ini diisi oleh Toyota Avanza, Honda Mobilio, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Chevrolet Spin, Daihatsu Luxio, Nissan Evalia, dan Mazda VX-1.

Guna menggapai asa tersebut, KTB berinvestasi dengan menambah kapasitas pabrik perakitan baru yang sanggup melahirkan 60.000 unit per tahun, atau 5.000 per bulan untuk pasar domestik. Dengan begitu harapan menembus jajaran tiga besar merek low MPV terlaris bisa terwujud.  

Low MPV sudah terbukti dari sejarah data, jadi pasar itu cukup menjanjikan untuk kita raih. Peluang besar ini dipertimbangkan MMC, bukan hanya karena lobi Indonesia tapi mereka juga melakukan studi sebelum melakukan investasi sangat besar,” ungkap Momon. (Febri Ardani Saragih)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×