kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

MNC Sky Vision optimis tetap kuasai pasar pay tv


Kamis, 30 Oktober 2014 / 18:05 WIB
ILUSTRASI. Pertusis adalah Batuk Rejan: Kenali Gejala, Komplikasi, dan Pengobatannya.


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) optimistis masih bisa menjadi penguasa pasar televisi berlangganan (pay TV) pada tahun depan. Perseroan yakin bisa menjaga pangsa pasar (market share) sebesar 75% tahun depan.

Perusahaan tv berlangganan berbasis satelit ini diklaim memiliki pangsa pasar 75% tahun ini. Direktur Keuangan MNC Sky Vision Effendi Budiman mengklaim, perolehan pangsa pasar sebesar 75% itu menjadikan MNC Sky Vision pengusa bisnis tv berlangganan.

Melalui merek Indovision, Okevision dan Toptv, perseroan akan terus berinovasi agar selalu meraih pelanggan baru. Pasalnya, diakuinya saat ini industri TV berlangganan sudah banyak pemain.

"Saat ini banyak perusahaan yang terjun ke industri Pay TV, kurang lebih sekarang ada sekitar 16. Tahun lalu hanya ada tujuh pemain. Meski persaingan ketat, kami optimistis bisa tetap menguasai pasar dengan market share 75%," ujarnya selepas Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) MSKY, Kamis (30/10).

Effendi bilang, bertambahnya pemain di industri ini lantaran peluang bisnisny masih besar. Dia menjelaskan, penetrasi tv berlangganan di Indonesia baru 9%. Melihat angka itu, artinya kue bisnis pay tv masih sangat besar.

"Potensi inilah yang dilihat para konglomerat yang terjun ke bisnis ini. Jadi, saat ini bisnis pay tv itu sedang masa euphoria," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×