kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Molor, PLTU Jawa Tengah baru nyala 2016


Kamis, 03 Maret 2011 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Perusahaan di bidang logistik, PT Dewata Freight International atau DFI Logistics Logistic akan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Rencana PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa Tengah pada 2014 dipastikan tertunda. PLN merubah target operasional menjadi tahun 2016 mendatang. Ini lantaran proses persiapan pembangunan banyak menemui kendala.

Seperti persiapan pra lelang proyek. Mestinya, tender sudah berlangsung pada awal tahun ini. Namun, hingga Maret ini PLN masih tahap finalisasi dokumen lelang. Imbasnya, semua tahapan pembangunan proyek bakal tertunda. "Targetnya 2016 baru selesai," kata Direktur Perencanaan dan Strategis PLN, Nasri Sebayang, Kamis (3/3).

Tentu saja, molornya rencana ini bisa mengakibatkan pasokan listrikberkurang. Hal ini mengingat proyek itu berkapasitas 2.000 mega watt (MW). Itu bisa menambah 10% dari total pasokan listrik di Jawa dan Bali. Kekurangan ini bakal mengakibatkan byar pet di konsumen bisa terus berlangsung.

Catatan saja, PLN bisa melanjutkan proses pembangunan PLTU Pemalang setelah terbitnya Peraturan Presiden No.78/2010 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 260/PMK.011/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur dalam Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha. Oleh karena itu, PLN akan menggandeng salah satu investor swasta.

Sekarang sudah ada tujuh investor yang tertarik. Mereka adalah Cina Shenhua Energy Company Limited, CNTIC-Consortium Guandong Yudean, CDF Suez-J Power Konsorsium, Korea Electric Power Company (KEPCO), Marubeni Corporation, Mitsubishi Corporation, dan Mitsui-Intemational Power Konsorsium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×