Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) telah menyetujui rencana penggabungan Perseroan dengan PT Eka Mas Republik atau MyRepublic Indonesia.
Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Maret, 2026. Tanggal efektif penggabungan atau legal day one dijadwalkan pada 22 April 2026.
Berdasarkan siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Jumat (27/3), merger Moratelindo dan MyRepublic Indonesia merupakan langkah strategis yang diambil kedua perusahaan untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air.
Dalam RUPSLB ini, para pemegang saham Perseroan juga telah menyetujui perubahan beberapa pasal dalam anggaran dasar Perseroan, termasuk perubahan nama Perseroan dari PT Mora Telematika Indonesia Tbk menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.
Selain itu, disetujui pula perubahan pengendali Perseroan sebagai dampak penggabungan, dari sebelumnya PT Candrakarya Multikreasi menjadi PT Innovate Mas Utama.
Baca Juga: Merger dan Akuisisi Global Meningkat 40% pada 2025, Ini Dampaknya ke Pasar Domestik
Para pemegang saham Perseroan juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, yang akan resmi menjabat pada tanggal efektif penggabungan (tanggal persetujuan Menteri Hukum).
Susunan Dewan Komisaris PT Ekamas Mora Republik Tbk
Komisaris Utama & Komisaris Independen : Arsjad Rasjid
Komisaris : Marlo Budiman
Komisaris : Handhianto S. Kentjono
Susunan Direksi PT Ekamas Mora Republik Tbk
Direktur Utama : Timotius M. Sulaiman, SE
Direktur : Yopie Widjaja
Direktur : Hendra Gunawan
Direktur : Edward Sanusi
Direktur : Ir. Iman Syahrizal
Direktur : Melanie Maharani
Direktur : Edward Anwar
Direktur : Jimmy Kadir
Direktur : Genta Andhika Putra
Direktur : Michael C. McPhail
Direktur : Resi Y. Bramani
“Persetujuan para pemegang saham hari ini merupakan langkah penting menuju terealisasinya penggabungan. Kami optimis sinergi ini akan memperkuat kapasitas perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan serta mendorong percepatan dan pemerataan pengembangan ekosistem digital di Indonesia,” ungkap Timotius M. Sulaiman, Calon Direktur Utama PT Ekamas Mora Republik Tbk, dalam keterangannya.
Dia melanjutkan, penggabungan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sinergi baik dari finansial maupun operasional yang berkelanjutan, melalui optimalisasi biaya operasional, belanja modal yang lebih efisien, serta memaksimalkan kapasitas dan aset jaringan yang dimiliki oleh kedua perusahaan yang bergabung, mulai dari backbone hingga last mile.
Baca Juga: Mora Telematika (MORA) dan MyRepublic Resmi Umumkan Merger
Ke depan, sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan yang lebih cepat dan luas dengan potensi yang semakin besar.
“Penggabungan ini akan menjadikan PT Ekamas Mora Republik Tbk entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, negara, dan pemegang saham,” katanya.
Dengan penggabungan ini, kedua perusahaan akan bersinergi untuk menghadirkan kekuatan jaringan yang saling melengkapi. Moratelindo merupakan Penyedia Akses Jaringan (NAP) dan Penyedia Layanan Internet (ISP) yang berpengalaman sejak tahun 2000, sekaligus salah satu penyedia jaringan tulang punggung telekomunikasi (Fiber Optic Backbone) terbesar di Indonesia.
Per September 2025, Moratelindo memiliki total panjang kabel serat optik sebesar lebih dari 57 ribu km dan 6 data center berkapasitas 3,3 megawatt, dengan lebih dari 16,8 ribu pelanggan enterprise, hampir 1 juta total homepass, dan lebih dari 296 ribu jumlah pelanggan ritel.
Sementara itu, MyRepublic Indonesia, entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), merupakan penyedia jaringan fiber to the home (FTTH) terdepan di Indonesia. Per September 2025, MyRepublic Indonesia melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel dengan layanan internet cepat hingga 1 Gbps, dan memiliki 58 ribu km kabel serat optik dengan lebih dari 8,7 juta homepass.
Baca Juga: Deloitte: Merger dan Akuisisi ke Arah Transformasi Hasilkan 464% Keuntungan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













