Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri F&B global saat ini terus berkembang dinamis, diiringi kebutuhan yang semakin kompleks terhadap produk lintas negara. Dalam beberapa waktu terakhir, perubahan rantai pasok global turut berdampak pada ketersediaan bahan baku, termasuk kebutuhan dasar seperti kemasan plastik. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk lebih adaptif dalam mencari sumber pasokan dan mitra bisnis baru.
Melihat tantangan tersebut, MoreFood Expo 2026 hadir sebagai platform yang mempertemukan pelaku industri dengan pemasok, produsen, hingga penyedia solusi global. Pameran ini akan digelar pada 7–10 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
General Manager Huamo Group (MoreFood Expo), Carrie Wang, mengatakan bahwa pameran tersebut dirancang untuk memberikan nilai nyata bagi pelaku industri F&B di Indonesia. Ia menjelaskan, melalui MoreFood Expo, pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan supplier lokal maupun internasional yang telah terkurasi dan berkualitas.
“Selain itu, pengunjung juga dapat melihat lebih banyak pilihan produk, membandingkan secara langsung, serta menemukan opsi yang lebih kompetitif agar bisnis tetap dapat berjalan di tengah dinamika pasar yang terus berubah,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Produsen Mamin Mulai Rasakan Tekanan Biaya Kemasan
MoreFood Expo 2026 dirancang sebagai ruang terintegrasi bagi pelaku usaha dan pengunjung untuk mengeksplorasi produk, inovasi, serta akses industri makanan dan minuman (F&B) dari berbagai negara dalam satu lokasi.
Pameran ini akan menghadirkan lebih dari 1.200 exhibitor lokal dan internasional, menjadikannya salah satu hub penting untuk mempertemukan supplier global dengan buyer dari Indonesia maupun Asia. Sejumlah exhibitor internasional juga dipastikan akan memanfaatkan ajang ini untuk menjajaki pasar Indonesia, termasuk mencari distributor, reseller, dan mitra bisnis strategis.
MoreFood Expo 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) dan Cafe & Brasserie Expo (CBE). Kolaborasi tiga pameran ini diperkirakan menarik hingga 30.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Pameran ini juga didukung banyak pihak, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, hingga organisasi terkait.
Pameran ini menargetkan sekitar 15.000 pengunjung dari kalangan pelaku industri. MoreFood Expo juga dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara pelaku industri. Pengunjung dapat melihat, mencoba, dan memahami perkembangan terbaru industri F&B, termasuk teknologi yang digunakan di dalamnya.
Baca Juga: Menjelang Lebaran, Industri Makanan dan Minuman Mitigasi Dampak Gejolak Timur Tengah
Berbagai program pendukung turut disiapkan, mulai dari business matching, hosted buyer program, peluncuran produk baru, workshop, diskusi industri, live cooking demo, hingga area inspirasi yang menghadirkan wawasan seputar tren F&B.
Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, menilai bahwa kebutuhan akses global dalam industri F&B semakin mendesak seiring perubahan rantai pasok dunia. Ia mengatakan perubahan tersebut mendorong pelaku industri untuk lebih terbuka dan adaptif, serta menilai MoreFood Expo yang digelar bersama Huamo Expo hadir di waktu yang tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut agar pelaku industri di Indonesia dapat menjalankan bisnis secara lebih stabil.
Dengan konsep terintegrasi dan skala internasional, MoreFood Expo 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, menemukan peluang baru, sekaligus membaca arah perkembangan industri F&B ke depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













