kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Kapasitas PLTS Indonesia Capai 1,5 GW, Industri Siap Pacu Pembangkit Tenaga Surya


Selasa, 08 September 2026 / 17:59 WIB
Kapasitas PLTS Indonesia Capai 1,5 GW, Industri Siap Pacu Pembangkit Tenaga Surya
ILUSTRASI. Industri Farmasi Mulai Perkuat Efisiensi Energi lewat PLTS Atap (Dok/PT Widatra Bhakti)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mencatat realisasi kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terus menunjukkan tren peningkatan hingga pertengahan tahun 2026. 

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari mengungkapkan, kapasitas terpasang energi surya nasional mengalami kenaikan tajam dari 0,9 Gigawatt (GW) pada tahun 2024 menjadi 1,5 GW pada tahun 2026. 

Menurutnya, capaian ini menjadi pijakan untuk mengejar target pembangkit nasional yang diproyeksikan berada di kisaran 99 Gigawatt peak (GWp).

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Industri Sebut Permintaan Masker Belum Naik Signifikan

Peningkatan kapasitas PLTS tersebut turut memperkuat kontribusi energi terbarukan dalam sistem ketenagalistrikan nasional. 

Mada mencatat bagian energi terbarukan dalam bauran pembangkit listrik nasional telah mencapai 17,89 GW, sejalan dengan realisasi target rencana strategis yang dirancang untuk periode 2025 hingga 2029.

"Biaya bukan lagi menjadi hambatan utama. Keekonomian pembangkit listrik tenaga surya dengan baterai energy storage system yang saat ini harganya sudah bersaing turun secara global sekitar 93%. Permintaan di segmen terdistribusi sudah terbentuk dan didanai oleh private sector," ujarnya dalam IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, dikutip Selasa (8/9/2026).

Di segmen PLTS Atap, lanjut Mada, penyerapan kuota pasar mencatatkan kinerja positif sejak awal tahun. Dia bilang, kuota PLTS Atap pada Januari 2026 sudah mencapai 485 MW dan sudah dirilis serta terserap, menandakan tingginya minat masyarakat maupun sektor privat terhadap pemanfaatan energi bersih.

Meskipun demikian, tingginya permintaan membuat daftar tunggu integrasi energi surya terus memanjang hingga pertengahan tahun. Menurut Mada, pada Juli 2026 masih terdapat daftar tunggu sebesar 218 MW yang kemudian sudah ditambah lagi dengan 518 MW untuk keperluan di Januari 2026 demi mengakomodasi kebutuhan pasar.

Selain segmen atap, potensi pengembangan energi surya nasional juga disokong oleh berbagai proyek skala besar dari Independent Power Producer (IPP). Mada membeberkan bahwa potensi ini mencakup Program Mentari Nusantara I sebesar 1,2 GW, Program Mentari Nusantara II sebesar 1,3 GW, serta Program Lisdes (listrik desa) sebesar 504 MWp.

"Artinya industri atau pelaku usaha sangat siap dalam mendukung program ini," tandasnya.

Baca Juga: Belanja Melalui Media Sosial Marak, Komisi Kreator Tembus Rp 422 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×