Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Emiten penyedia jasa energi terintegrasi, PT Rukun Raharja Tbk atau Rukun Raharja (RAJA), resmi merampungkan proses akuisisi 5% kepemilikan saham pada PT Layar Nusantara Gas (PT LNG). Penyelesaian transaksi strategis ini dilakukan melalui entitas anak yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh Rukun Raharja, yakni PT Raharja Gas Kasuri.
Penandatanganan Akta Jual Beli Saham antara PT Raharja Gas Kasuri dan Genting LNG Pte. Ltd. telah dilaksanakan pada 4 September 2026 lalu. Hal ini menyusul terpenuhinya seluruh persyaratan yang tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Saham (SSPA) yang disetujui oleh kedua belah pihak sebelumnya.
Sebagai informasi, PT LNG merupakan perusahaan pengembang infrastruktur midstream dan downstream, yang mencakup fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) pertama di Indonesia. Perusahaan ini juga bertindak sebagai salah satu offtaker gas bumi yang diproduksi dari Lapangan Asap, Kido, dan Merah (AKM) di Blok Kasuri, Papua Barat, berdasarkan Kontrak Bagi Hasil Kasuri.
Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk Djauhar Maulidi menyampaikan, penyelesaian transaksi ini merupakan bagian dari ekspansi usaha serta kemitraan strategis yang lebih luas dengan Genting Berhad Group. Dengan semakin luasnya infrastruktur, RAJA mampu mengembangkan ekosistem LNG di Indonesia.
"Kepemilikan saham kami di PT LNG memperkuat posisi RAJA Group di sepanjang rantai nilai LNG dan meletakkan fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang lebih luas untuk mendukung pengembangan ekosistem LNG di Indonesia," ungkap Djauhar pada Selasa, 8 September 2026.
Terkait Blok Kasuri, pengembangan lapangan gas tersebut telah mendapat persetujuan dari Pemerintah RI melalui Rencana Pengembangan Lapangan pertama (POD I). Rencana itu mencakup pasokan gas bumi sebesar 230 mmscfd kepada fasilitas FLNG berkapasitas 1,2 million tonnes per annum (mtpa) selama 18 tahun, serta alokasi sebesar 102 mmscfd untuk pasar domestik.
Keikutsertaan RAJA pada proyek FLNG pertama di Indonesia ini memberikan eksposur langsung pada segmen midstream dan likuefaksi gas, sekaligus melengkapi portofolio Perseroan yang selama ini fokus pada perdagangan gas, transportasi, dan infrastruktur energi.
Manajemen RAJA dalam Keterbukaan Informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menyatakan, pada tahap ini transaksi belum diperkirakan memberi dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan usaha perusahaan. Namun, langkah ini dinilai memberikan pijakan kuat bagi perusahaan untuk berpartisipasi lebih luas dalam proyek dan rantai nilai LNG di Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














