Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan visibilitas proses produksi melalui modernisasi sistem enterprise resource planning (ERP).
Win&Co menggandeng IBM Consulting untuk memodernisasi sistem operasional melalui SAP S/4HANA ERP berbasis RISE with SAP. Langkah ini ditujukan untuk mengintegrasikan proses bisnis, mulai dari keuangan, pengadaan, rantai pasok, manufaktur hingga manajemen kualitas.
Manajemen Win&Co menyebut transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem operasional yang lebih terintegrasi dan berbasis data di tengah tuntutan industri manufaktur makanan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Kinerja Semester I-2026 Tumbuh Double Digit, Medela (MDLA) Tambah Lima Prinsipal Baru
Sebelumnya, Win&Co menggunakan beberapa platform ERP yang berjalan secara terpisah. Kondisi tersebut membuat data tersebar di berbagai sistem dan membatasi visibilitas perusahaan terhadap operasional secara menyeluruh.
Selain itu, sejumlah proses seperti perencanaan produksi, pemantauan persediaan dan pengendalian kualitas masih bergantung pada spreadsheet. Kondisi ini membuat proses pelaporan dan pengambilan keputusan membutuhkan lebih banyak pekerjaan manual.
Melalui penerapan RISE with SAP, Win&Co kini mengintegrasikan data dan alur kerja di berbagai entitas anak perusahaan dalam satu platform. Sistem tersebut memberikan visibilitas operasional secara real-time dari satu sumber data terpusat.
"Sebagai perusahaan terbuka yang tercatat di BEI, membangun sistem berbasis data merupakan langkah penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta kualitas pelaporan dan pengambilan keputusan," ujar President Director Win&Co Group Sugianto Soenario dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, penggunaan platform terintegrasi memungkinkan Win&Co memperoleh visibilitas operasional mulai dari proses produksi, pengendalian kualitas hingga pelaporan.
Transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi operasional perusahaan seiring dengan rencana Win&Co untuk mengembangkan bisnis sebagai perusahaan makanan dan fast-moving consumer goods (FMCG) terintegrasi di tingkat regional.
Dari sisi operasional, integrasi sistem juga diarahkan untuk meningkatkan perencanaan produksi, pengelolaan persediaan serta mempercepat pelaporan. Perusahaan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap rekonsiliasi manual dan sistem yang sebelumnya tidak terhubung.
Baca Juga: Industri Baja di Banten Masih Beroperasi Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Managing Director IBM Indonesia Juvanus Tjandra mengatakan, modernisasi infrastruktur ERP dapat membantu perusahaan manufaktur menyatukan data, proses dan tim di berbagai fungsi bisnis.
"Dengan memodernisasi infrastruktur ERP, Win&Co telah membangun fondasi digital yang terhubung dan terukur, yang dapat menyatukan data, proses, serta tim di seluruh fungsi bisnis," ujarnya.
Ia menambahkan, fondasi digital tersebut juga dapat mendukung pengembangan kapabilitas artificial intelligence (AI) dan otomatisasi di masa mendatang.
Sementara itu, Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo mengatakan perusahaan manufaktur membutuhkan fondasi digital yang dapat mengintegrasikan data dan proses bisnis untuk meningkatkan kelincahan operasional serta ketahanan rantai pasok.
Menurutnya, penerapan RISE with SAP di Win&Co menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun operasional yang lebih adaptif dan membuka peluang pemanfaatan AI untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Transformasi digital tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri manufaktur terhadap sistem operasional yang terintegrasi, terutama dalam menghadapi tuntutan produksi yang lebih cepat, standar keamanan pangan yang semakin ketat serta kebutuhan transparansi proses bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














