kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

MRT akan tambah daya tampung transportasi


Senin, 21 Mei 2018 / 18:46 WIB
ILUSTRASI. Gerbong kereta MRT Jakarta di Depo Lebak Bulus


Reporter: | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mass Rapid Transit (MRT) akan menambah daya tampung transportasi umum di Jakarta. Hal itu penting untuk membantu mengurai kemacetan. Pasalnya saat ini, daya tampung transportasi umum masih di bawah kebutuhan.

"Daya angkut bus rapid transit (BRT) TransJakarta sekitar 30.000 penumpang per jam," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono kepada Kontan.co.id, Senin (21/5).

Angka tersebut dinilai belum dapat memenuhi kebutuhan transportasi. Ditambah lagi sistem BRT dinilai sulit untuk meningkatkan kapasitas.

Bambang bilang, saat ini terdapat sekitar 5,5 juta perjalanan orang per hari pada sepanjang koridor MRT. Oleh karena itu MRT akan menjadi daya tarik bagi masyarakat.

"Keberadaan MRT akan melengkapi moda BRT yang telah ada," jelas Bambang.

Nantinya MRT akan beroperasi pada dua koridor. Koridor Selatan-Utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan) dan koridor Timur-Barat (Cikarang-Balaraja).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×