kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

MRT akan tambah daya tampung transportasi


Senin, 21 Mei 2018 / 18:46 WIB
ILUSTRASI. Gerbong kereta MRT Jakarta di Depo Lebak Bulus


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mass Rapid Transit (MRT) akan menambah daya tampung transportasi umum di Jakarta. Hal itu penting untuk membantu mengurai kemacetan. Pasalnya saat ini, daya tampung transportasi umum masih di bawah kebutuhan.

"Daya angkut bus rapid transit (BRT) TransJakarta sekitar 30.000 penumpang per jam," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono kepada Kontan.co.id, Senin (21/5).

Angka tersebut dinilai belum dapat memenuhi kebutuhan transportasi. Ditambah lagi sistem BRT dinilai sulit untuk meningkatkan kapasitas.

Bambang bilang, saat ini terdapat sekitar 5,5 juta perjalanan orang per hari pada sepanjang koridor MRT. Oleh karena itu MRT akan menjadi daya tarik bagi masyarakat.

"Keberadaan MRT akan melengkapi moda BRT yang telah ada," jelas Bambang.

Nantinya MRT akan beroperasi pada dua koridor. Koridor Selatan-Utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan) dan koridor Timur-Barat (Cikarang-Balaraja).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×