kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Mudik dilarang, pemerintah sebaiknya menyetop transportasi umum dan tutup SPBU


Selasa, 21 April 2020 / 21:28 WIB
ILUSTRASI. Pemudik beraktivitas di dekat kendaraannya ketika menunggu dibukanya jalur tol fungsional Brebes-Batang di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/6)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tingkatkan efektivitas pelarangan mudik, pengamat transportasi menilai harus disertai penghentian moda transportasi baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono, menilai, kegiatan transportasi menjadi media penularan Covid-19 paling berpengaruh, karena membawa perpindahan manusia dari zona merah ke daerah tujuan mudik.

Baca Juga: Penumpang kapal laut diprediksi mencapai 1,5 juta saat mudik nanti

"Sikap MTI secara umum dan masukan kawan-kawan dari wilayah, medianya yang harus kita cekal," ujarnya dalam konferensi pers virtual Selasa (21/4).

Walaupun Presiden Jokowi resmi melarang mudik, pihaknya menilai masyarakat tak lantas mematuhi aturan tersebut. Pihaknya menilai khususnya masyarakat yang tidak memiliki penghasilan lagi di Jabodetabek usai terdampak pandemi virus corona.

Selain itu, guna mengantisipasi masyarakat yang nekat menggunakan melintasi jalur alternatif pihaknya menyarankan untuk SPBU ditutup.

Baca Juga: Mudik dilarang, Luhut Pandjaitan: Diberlakukan secara ketat pada 7 Mei 2020

Dengan begitu, kesempatan bagi pemudik untuk mengisi bahan bakar kendaraan pribadi menjadi hilang. "Perlu dipertegas pada saat puncak nanti, jalan ditutup dan SPBU juga ditutup karena orang masih mau mudik lewat jalan tikus," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×