kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mudik Lebaran 2023, Volume Kendaraan di Ruas Tol Astra Infra Diprediksi Capai 12 Juta


Selasa, 04 April 2023 / 23:07 WIB
Mudik Lebaran 2023, Volume Kendaraan di Ruas Tol Astra Infra Diprediksi Capai 12 Juta
ILUSTRASI. Astra Infra: Kendaraan pemudik melintas menuju gerbang Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat,


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volume kendaraan pemudik yang melintas tol kelolaan Astra Infra pada periode lebaran tahun diprediksi mengalami kenaikan dibanding lebaran tahun lalu.

Chief Astra Infra Solutions Ega N. Boga mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian evaluasi untuk mengukur potensi angka tersebut.

Berdasar kajian itu, volume kendaraan pemudik yang melintasi ruas tol Astra berpotensi mencapai 12 juta kendaraan pada periode libur lebaran tahun ini.

“Dibandingkan tahun lalu, itu akan naik sebesar 5,56% dibandingkan sebelumnya sekitar 11,2 juta,” kata Ega dalam konferensi pers, Selasa (4/4).

Baca Juga: Sebanyak 887.100 Kendaraan Pemudik Melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama

Saat ini, Astra Infra mengelola 8 ruas tol dengan total panjang 396 kilometer (km). Kedelapan ruas tersebut meliputi ruas Tangerang - Merak (72,5 KM), Cikopo - Palimanan (116,8 KM), Semarang - Solo (72,6 KM), Jombang - Mojokerto (40,5 KM), Surabaya - Mojokerto (36,3 KM), Pandaan - Malang (38,5 KM). Kemudian ruas tol metro Ulujami - Kebon Jeruk (7,67 KM) dan Kunciran - Serpong (11,1 KM).

Ada sejumlah ruas yang menurut manajemen berpotensi menjadi titik penumpukan kendaraan sehingga menjadi perhatian manajemen. Beberapa di antaranya misalnya Tol Cikopo-Palimanan dan Tol Tangerang - Merak. Itulah sebabnya, Astra Infra mengambil berbagai langkah antisipasi.

Di Tol Tangerang - Merak misalnya,  Astra Infra tengah mengawal pekerjaan pelebaran jalan tambahan untuk bisa dipakai saat lebaran nanti.

“Di wilayah Barat minimal untuk Tangerang mereka itu kita melihat karena akan bersinggungan antar moda transportasi dengan layanan di sisi penyeberangan, kita melihat penumpukan itu akan terjadi di Gerbang Merak,” ujar Ega.

“Karena semua arus ini berbarengan massa pergerakannya, itu mulai dari Cikupa, Serang Timur, Cilegon itu pun akan menjadi bagian yang tidak kalah krusialnya untuk diawasi,” imbuhnya lagi.

Di samping mempersiapkan kondisi ruas, Astra Infra juga mengerahkan lebih dari 1300 satuan tugas (satgas) lebaran 2023, 36 armada patroli untuk keamanan dan kenyamanan, 48 armada derek, 12 kendaraan rescue, 21 ambulans.

Baca Juga: BMKG: Hujan Deras di 6 Wilayah Ini Selama Puncak Arus Mudik 19-21 April

Selain itu, Astra infra juga memasang 812 Closed-Circuit Television (CCTV) di sepanjang tol kelolaan perusahaan untuk memantau kondisi trafik.

“Kami juga tentunya berkoordinasi dengan pihak dari Kementerian Perhubungan, dinas-dinas di wilayah serta kepolisian baik Korlantas maupun Polda,” pungkas Ega.

Seperti diketahui, secara umum,  pergerakan nasional masyarakat pada angkutan lebaran (angleb) 2023 memang diperkirakan lebih tinggi dibanding lebaran tahun lalu.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kemenhub, potensi pergerakan nasional pada angleb 2023 berpotensi naik 45,8% menjadi 123,8 juta orang.

Moda terbanyak yang digunakan pada angkutan lebaran 2023 meliputi mobil pribadi (22,07%), sepeda motor (20,30%), dan bus (18,39%).

“Sedangkan yang lainnya menggunakan angkutan umum seperti kereta api, bus, maupun kapal laut dan pesawat udara,” ujar Kasubdit Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Rudi Irawan di sesi acara yang sama.

Kasubdit Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Rudi Irawan mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 19 April 2023, sementara puncak arus balik pertama diperkirakan terjadi pada 25 April 2023.

“Kemudian yang kedua di 1 Mei karena ada libur may day, maka kemungkinan ada pemudik yang memperpanjang liburannya sampai 1 Mei,” terang Rudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×