kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Multi Indocitra (MICE) Bidik Kenaikan Pendapatan High Single Digit pada Tahun 2026


Selasa, 30 Juni 2026 / 15:18 WIB
Multi Indocitra (MICE) Bidik Kenaikan Pendapatan High Single Digit pada Tahun 2026
ILUSTRASI. PT Multi Indocitra Tbk (MICE) - PT Pigeon Indonesia (Dok/MICE)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Indocitra Tbk (MICE) membidik pertumbuhan pendapatan atau top line pada level high single digit sepanjang tahun 2026.

Sebagai gambaran, sepanjang kuartal pertama, pendapatan MICE tercatat bertumbuh 35,39% year on year (yoy) menjadi Rp 329,71 miliar, dibandingkan Rp 243,52 miliar di kuartal I-2025.

Namun demikian, pertumbuhan pendapatan tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan laba bersih. Bottom line perusahaan justru turun drastis 74,13% menjadi Rp 1,05 miliar. 

Direktur Utama Multi Indocitra Anthony Honoris mengatakan, di tengah berbagai tantangan yang muncul sejak awal tahun, perusahaan mengupayakan agar profitabilitas tahun ini dapat dipertahankan setidaknya setara dengan capaian tahun sebelumnya.

Baca Juga: Komdigi Ungkap Spam Judi Online Melonjak 128%, Influencer Daerah Jadi Sasaran

Anthony memaparkan, realisasi bisnis pada kuartal I-2026 memang belum berjalan sesuai harapan. Meski penjualan masih mampu tumbuh, kinerja laba justru mengalami tekanan akibat perubahan komposisi penjualan produk.

Selain perubahan porsi penjualan pada product mix, perusahaan juga mengeluarkan investasi promosi yang lebih besar untuk mempertahankan penjualan produk dengan margin tinggi. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil sesuai ekspektasi.

“Boleh dikatakan situasi di kuartal I-2026 tidak baik-baik saja, jadi kami menghadapi bagaimana antara product mix yang kami bawa saat ini di mana yang mempunyai kontribusi besar di margin, itu turun salesnya. Sehingga di kuartal pertama performa kita top line growth tapi bottom line turun signifkan,” ungkap Anthony, dalam paparan publik, Selasa (30/6).

Memasuki kuartal II-2026, perseroan menilai tantangan industri masih cukup besar. Kenaikan harga bahan baku, penurunan daya beli, hingga kenaikan biaya logistik menjadi perhatian utama perusahaan, karena bisnis utama perusahaan yang bergerak di sektor distribusi.

Untuk dapat mempertahankan profitabilitas ke depan, MICE juga mulai mengambil langkah lebih selektif, termasuk melakukan penyesuaian harga pada sejumlah kategori produk guna menjaga kesehatan bisnis.

Meski begitu, perseroan menegaskan pertumbuhan pendapatan tetap menjadi prioritas utama. Namun, manajemen tidak ingin mengejar pertumbuhan sales apabila harus mengorbankan profitabilitas secara berlebihan.

"Second half juga unpredictable karena geopilitik dan lainnya termasuk kebijakan yg sering berubah last minute. tapi kami yakin target high single digit untuk top line masih reachabale dan visible untuk kami raih," tegas Anthony. 

Untuk mendukung pertumbuhan  tersebut, MICE mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar pada tahun ini. Penggunaan capex tersebut utamanya untuk mendukung binsis distribusi dan inovasi produk baru. 

“Jadi capex lebih ke arah untuk kendaraan operasional dan juga bangunan karna distirbusi butuh pembangunan, seperti renovasi dan gudang baru, juga penambahan kapasitas meisn, karena kami ada beberapa produk inovatif yang akan kami produksi,” sebutnya. 

Namun, realisasi capex pada kuartal pertama masih relatif kecil karena perusahaan masih menerapkan strategi wait and see di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.

Baca Juga: HKI Usul Dewan Kawasan Industri Diberi Kewenangan Selesaikan Hambatan Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×