Reporter: Merlinda Riska | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) akan memperkuat bisnis jamu. Produsen kosmetik itu berencana membuka 25 gerai-30 gerai jamu bernama House of Jamu dan Wedang Kafe hingga akhir tahun nanti.
Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk Putri K. Wardani menyatakan, Mustika Ratu sudah merealisasikan dua gerai di Jakarta. Di tahap pertama pengembangan bisnis, mereka fokus mengincar lokasi di Pulau Jawa.
Sejatinya, bisnis jamu bukan hal yang baru bagi Mustika Ratu. Malah, bisnis jamu adalah pionir bisnis perusahaan berkode MRAT di Bursa Efek Indonesia itu. Hanya, dalam perkembangannya, Mustika Ratu justru membesar karena bisnis kosmetik. "Saat ini kontribusi bisnis jamu belum terlalu besar, masih di bawah 20%," ujar Putri selepas rapat umum pemegang saham (RUPS), Rabu (24/6).
Kontribusi mini itulah yang memicu Mustika Ratu ingin memperbesar bisnis jamu. Apalagi, bisnis jamu mereka anggap lebih stabil di tengah pelemahan rupiah karena mayoritas bahan baku jamu dari dalam negeri. Berbeda dengan bisnis kosmetik yang 70% bahan bakunya impor.
Mengenai pasar, manajemen Mustika Ratu yakin pasar jamu juga cerah di mancanegara. Kalau dibundel dengan sertifikat halal, mereka yakin, jamu juga bakal menarik bagi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Untuk itu, Mustika Ratu menyiapkan dana Rp 100 juta - Rp 150 juta untuk membuka satu gerai jamu. Dana itu akan mencuil alokasi dana belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini yang sebesar Rp 20 miliar-Rp 25 miliar. "Capex dari internal dan akan digunakan untuk beli mesin, tambah gerai, dan lain-lain," beber Putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News