kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Nestlé kucurkan US$ 220 juta bangun pabrik baru di Batang, Luhut siap resmikan


Selasa, 18 Mei 2021 / 10:35 WIB
Nestlé kucurkan US$ 220 juta bangun pabrik baru di Batang, Luhut siap resmikan
ILUSTRASI. logo produsen makanan nestle

Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Nestlé Indonesia mengumumkan dimulainya pembangunan pabrik baru yang akan dibangun di atas tanah seluas 20 hektare di Batang, Jawa Tengah pada Kamis (20/5) mendatang. 

Dalam peresmian nanti, akan hadir Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi, Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi, Ganjar Pranowo Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Philippe Strub, Wakil Duta Besar Swiss Confederation untuk Indonesia, dan Ganesan Ampalavanar, Presiden Direktur Nestlé Indonesia

Pembangunan tersebut akan diresmikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu dalam kesempatan yang sama juga akan diresmikan perluasan fasilitas di tiga pabrik lainnya yaitu pabrik Nestlé Indonesia di Karawang (Jawa Barat), Kejayan-Pasuruan (Jawa Timur) dan Panjang (Lampung). 

Nestlé Indonesia akan merealisasikan investasi sebesar US$ 220 juta untuk pembangunan pabrik baru Bandaraya dan perluasan tiga pabrik tersebut, sebagai kelanjutan dari komitmen investasinya sebesar US$ 100 juta pada 2019 lalu.

Investasi ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada roda perekonomian Indonesia untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×