kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Nilai Ekspor Kopi Melonjak pada September 2025, Ini Kata AEKI


Minggu, 30 November 2025 / 18:31 WIB
Nilai Ekspor Kopi Melonjak pada September 2025, Ini Kata AEKI
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim  (kedua dari kanan) pada acara Pelepasan Kontainer Ekspor Produk Kopi Olahan PT. UCC Victo Oro Prima ke China yang digelar di Kawasan Industri Bogorindo, Sentul, Jawa Barat, Selasa (18/8).


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai ekspor kopi mencatat lonjakan signifikan pada akhir kuartal III-2025. Eksportir menilai peningkatan nilai ini salah satunya didorong oleh kenaikan volume pengiriman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kopi melejit dari US$ 255,2 juta pada Agustus 2025 menjadi US$ 734,1 juta pada September 2025.

Ketua Departemen Specialty & Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Moelyono Soesilo, mengatakan bahwa volume ekspor hingga akhir tahun diperkirakan masih akan meningkat.

Baca Juga: AEKI Targetkan Volume Ekspor Kopi Indonesia Naik 10% Sampai Akhir 2025

“Untuk volume di bulan Oktober–Desember 2025, tetap jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (30/11/2025).

Moelyono mencermati bahwa pelaku ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama fluktuasi harga yang sangat masif dan ekstrem. Di sisi lain, produksi kopi nasional masih stagnan.

Baca Juga: Ekspor Kopi Melonjak Ditopang Kenaikan Harga Dunia dan Panen Melimpah

"Supply kopi saat ini juga mulai menurun karena masa panen telah selesai," imbuh Moelyono.

Meski begitu, melihat kenaikan harga biji kopi yang cukup signifikan, Moelyono memproyeksikan total volume dan nilai ekspor tahun ini berpotensi meningkat hingga 150% dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun ia mengungkapkan, negara tujuan ekspor utama Indonesia tahun ini masih didominasi pasar tradisional, seperti Amerika Serikat (AS), Malaysia, Italia, dan Mesir.

Baca Juga: Sistem Resi Gudang Dongkrak Ekspor, 57,6 Ton Kopi RI Tembus Pasar China

Selanjutnya: Tapanuli Tengah Sudah 6 Hari Terisolasi, Korban Banjir Krisis Makanan dan Air Bersih

Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Indonesia Bawa Pulang Juara Ganda Campuran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×