kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Nilai Kontrak WIKA Gedung (WEGE) Melonjak 510%, Tapi Masih Rugi Rp 89,74 Miliar


Senin, 03 Agustus 2026 / 16:43 WIB
Nilai Kontrak WIKA Gedung (WEGE) Melonjak 510%, Tapi Masih Rugi Rp 89,74 Miliar
ILUSTRASI. Waskita Beton Precast (WEGE) produksi dan kirim 21.052 batang Spun Pile di semester I-2026. (DOK/Waskita Beton Precast)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan raihan nilai kontrak baru sebesar Rp 610,17 miliar per semester I 2026. Raihan tersebut naik 510% secara tahunan dari Rp 100 miliar per semester I 2025.

Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya, menyampaikan, di tengah kondisi industri konstruksi yang dinamis, agresivitas perolehan proyek ini diimbangi dengan kedisiplinan perseroan dalam menjaga stabilitas dan kesehatan finansial. 

“Melalui pengendalian beban operasional serta konsolidasi liabilitas yang konsisten, WEGE terus memperkokoh fundamentalnya sebagai fondasi utama menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026)

Baca Juga: Paramount Petals Perkuat Kota Mandiri Berkelanjutan

Dari sisi postur keuangan, WEGE sukses memangkas total liabilitas secara signifikan menjadi Rp1,84 triliun pada 30 Juni 2026. 

Capaian efisiensi kewajiban ini membaik dibandingkan posisi liabilitas pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 2,53 triliun per 30 Juni 2025.

Mahendra bilang, penurunan kewajiban ini secara langsung memperkuat rasio-rasio solvabilitas dan likuiditas perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) WEGE tetap berada di level 0,98x. 

Current Ratio WEGE saat ini berada pada 1,80x, secara rasio struktur likuiditas menunjukkan perbaikan, meskipun penguatan arus kas operasi tetap menjadi prioritas.

“Terjaganya rasio-rasio krusial ini turut didukung oleh total aset perusahaan yang berdiri kukuh di angka Rp 3,72 triliun, dengan struktur ekuitas yang sangat solid sebesar Rp1,88 triliun,” paparnya.

Selama semester I 2026, WEGE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 404,85 miliar, dengan torehan laba bruto senilai Rp22,41 miliar. Sayangnya, pendapatan WEGE turun 55,4% secara year on year (yoy) dan laba bruto terkoreksi 78,19% yoy.

Dengan masih besarnya sejumlah beban, WEGE mencatatkan rugi bersih Rp 89,74 miliar per akhir kuartal II 2026. Ini berbanding terbalik dari laba bersih Rp 456,41 miliar di periode sama tahun 2025.

Mahendra bilang, penurunan liabilitas adalah bukti bahwa strategi lean and prudent yang dijalankan berada di jalur yang tepat.

Baca Juga: Total Bangun Persada (TOTL) Kantongi Kontrak Baru Rp 2,78 Triliun di Semester I-2026

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan, serta menjaga struktur permodalan yang sehat dengan mempertahankan DER di bawah 1x dan rasio likuiditas tetap terjaga di atas 1x,” katanya.

Memasuki semester kedua 2026, WEGE akan memperkuat eksekusi program turnaround melalui percepatan monetisasi aset dan restrukturisasi liabilitas. 

Perseroan memproyeksikan potensi pemulihan dana dari pelepasan aset (asset divestment) dapat melampaui nilai kewajiban jangka pendek yang ada. 

Selain itu, WEGE akan terus mengambil pendekatan yang selektif dalam menyasar kontrak-kontrak baru, dengan memprioritaskan proyek yang memiliki kepastian pendanaan (payment security) yang tinggi.

Lebih jauh, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini terus mengkalibrasi strategi operasionalnya agar berpijak kuat pada pilar Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Mahendra menyebutkan konsep keberlanjutan diterjemahkan WEGE melalui aksi nyata, mulai dari efisiensi energi, tata kelola material yang sirkular, hingga inovasi eco-friendly construction yang terbukti mereduksi dampak lingkungan secara masif. 

“WEGE meyakini bahwa integritas ekologis merupakan elemen fundamental untuk memenangkan kepercayaan pasar dan menjaga profitabilitas jangka panjang,” tuturnya.

Baca Juga: Toyota: Hilux Kuasai 70% Pasar Pick-up 4x4 di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×