kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Nilai transaksi e-commerce menurun di Januari, ini kata ekonom Core


Kamis, 12 Maret 2020 / 22:39 WIB
Nilai transaksi e-commerce menurun di Januari, ini kata ekonom Core
ILUSTRASI. Ilustrasi belanja online. KONTAN/Muradi/2017/12/05


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

"Masih dalam tahap penyesuaian kebijakan. Apalagi produk e-commerce kita kan banyak juga yang diimpor dari China. Jadi bisa saja berpotensi mengurangi jumlah barang juga," kata Yusuf kepada Kontan.co.id, Kamis (11/3).

Meski menurun bila dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah transaksi e-commerce di awal tahun ini rupanya masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan jumlah transaksi pada awal tahun lalu.

Pada Januari 2019, total nilai transaksi 4 marketplace terbesar di Indonesia sebesar Rp 12,12 triliun dan total nilai transaksi 14 marketplace besar sebesar Rp 15,14 triliun.

Baca Juga: Awal tahun, total nilai penjualan 14 marketplace terbesar RI capai Rp 23,27 triliun

Yusuf pun mengira bahwa kenaikan total nilai transaksi tersebut disebabkan oleh bergesernya pola konsumsi masyarakat ke e-commerce. Bisa jadi, konsumen tergiur dengan promo-promo yang ditawarkan oleh e-commerce, apalagi bagi pelanggan baru.

Dengan adanya ini pun Yusuf memprediksi bahwa e-commerce masih akan menjadi pilihan masyarakat untuk berbelanja. Apalagi, produk yang ditawarkan juga beragam seperti kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan tersier.

"Belum lagi, penetrasi internet yang tinggi di Indonesia menjadikan e-commerce masih akan menjadi pilihan untuk berbelanja," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×