kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Novo Nordisk Perkuat Upaya Pencegahan Obesitas Anak


Kamis, 23 Juli 2026 / 17:15 WIB
Novo Nordisk Perkuat Upaya Pencegahan Obesitas Anak
ILUSTRASI. Novo Nordisk Tekankan Pentingnya Penanggulangan Obesitas untuk Mengurangi Risiko Kardiovaskular (Dok/Novo Nordisk )


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Novo Nordisk menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya penanganan obesitas dan diabetes di Indonesia. Melalui pendekatan berkelanjutan, perusahaan ini berfokus pada peningkatan kesadaran, akses terhadap solusi kesehatan, serta penguatan ekosistem penanganan kedua kondisi tersebut.

Dalam menjalankan misinya, Novo Nordisk terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah, organisasi medis, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai obesitas dan diabetes, sekaligus mendukung langkah-langkah pencegahan dan pengelolaan yang lebih efektif.

Dengan pengalaman global di bidang penyakit kronis, Novo Nordisk berupaya berkontribusi dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang terdampak obesitas maupun diabetes.

Memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli, Novo Nordisk menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesehatan anak Indonesia melalui pencegahan obesitas sejak dini dan peningkatan akses perawatan bagi anak dengan diabetes tipe 1.

Baca Juga: Novo Nordisk Rilis Insulin Basal Mingguan, Terobosan Baru Terapi Diabetes

Novo Nordisk menilai kesehatan generasi muda menjadi kunci masa depan Indonesia. Karena itu, perusahaan terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat serta memastikan anak dengan diabetes tipe 1 mendapatkan diagnosis, pengobatan, dan pendampingan yang tepat.

“Upaya meningkatkan kesehatan anak harus dimulai sedini mungkin. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan akses kesehatan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia,” ujar Banarsono Trimandojo, Associate Director Market Access and Public Affairs Novo Nordisk Indonesia dalama keterangannya, Kamis (23/7/2026). 

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat hampir 1 dari 5 anak usia 5–12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Sementara itu, IDF memperkirakan sepertiga penyandang diabetes tipe 1 di Indonesia adalah anak-anak dan remaja.

Baca Juga: Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Pemanfaatan AI di Sektor Kesehatan

Kondisi ini menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini serta penguatan akses layanan kesehatan agar setiap anak dapat tumbuh sehat dan mencapai potensi terbaiknya.

Sejak 2019, Novo Nordisk dan UNICEF menjalin kemitraan global untuk menciptakan lingkungan pangan, pola makan, dan sekolah yang lebih sehat bagi anak-anak. Di Indonesia, Banarsono bilang kolaborasi ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan bukti ilmiah, advokasi kebijakan, dan program intervensi berbasis sekolah.

Melalui riset dan kajian, lanjutnya, kemitraan ini menghasilkan data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan anak. Salah satunya menemukan bahwa 85% merek makanan dan minuman mempromosikan produk yang tidak sesuai untuk dipasarkan kepada anak melalui media sosial.

Kajian lain terkait status gizi anak sekolah dasar di Jawa Tengah menjadi dasar pengembangan program nutrisi berbasis sekolah. Temuan tersebut diperkuat melalui studi Cost of Inaction bersama University of Lausanne, UNICEF Indonesia, dan Kementerian Kesehatan RI, yang memperkirakan obesitas dan kelebihan berat badan pada anak dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga US$294 miliar atau sekitar Rp4.980 triliun sepanjang masa hidup kelompok terdampak jika tidak ada intervensi efektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×