kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Okupansi Mal Diprediksi Cuma 87% hingga Akhir Tahun


Jumat, 29 Agustus 2025 / 17:10 WIB
Okupansi Mal Diprediksi Cuma 87% hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan tingkat okupansi pusat perbelanjaan (mal) secara nasional tidak akan mencapai target 90% pada tahun ini.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan tingkat okupansi pusat perbelanjaan (mal) secara nasional tidak akan mencapai target 90% pada tahun ini. 

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja memprediksi, okupansi rata-rata hanya akan berkisar 87% hingga akhir 2025.

Saat ini saja, Alphonzus bilang, tingkat okupansi mal relatif stabil di kisaran 85%. Meski demikian, sejumlah kategori usaha, terutama hypermarket dan department store di kota-kota besar seperti Jakarta, masih terus menghadapi tekanan.

Menurutnya, kinerja sektor ritel sangat bergantung pada daya beli masyarakat. "Kalau daya beli segera pulih dan meningkat, maka sektor usaha ritel akan terdorong pertumbuhannya," kata Alphonzus kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Okupansi Mal Premium Ciamik, Mal Kelas Bawah Masih Tertekan

Sayangnya, melemahnya daya beli masyarakat sudah berlangsung sejak tahun lalu dan hingga kini belum juga pulih. Terkait itu, ia bilang perlu ada langkah cepat dari pemerintah. Namun, langkah strategis yang dimaksud harapannya benar-benar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya beli.

Di tengah kondisi daya beli yang belum maksimal, mal tetap menjadi destinasi masyarakat. Selain berbelanja, mal juga dimanfaatkan untuk kebutuhan hiburan, edukasi, hingga rekreasi.

Alphonzus bilang, masyarakat cenderung memilih barang dengan harga satuan lebih rendah. "Jadi masyarakat tetap berbelanja, tapi dengan tren atau pola belanja yang berubah," jelasnya.

Untuk menopang konsumsi, pengelola ritel juga telah mengantisipasi periode low season pasca Idulfitri dengan menggelar berbagai program promosi. Dengan berbagai dinamika tersebut, Alphonzus memperkirakan kinerja ritel pada 2025 masih bisa tumbuh, meski tidak signifikan dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Sejumlah Pengusaha Pilih Tak Bangun Mal Baru, Fokus Optimalkan Aset

Selanjutnya: Golkar Minta Kadernya Hati-Hati Berbicara di depan Publik dan Tidak Flexing

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 30 Agustus 2025: Keuangan & Karier Leo Paling Beruntung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×