kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.038   38,00   0,22%
  • IDX 7.092   -92,24   -1,28%
  • KOMPAS100 980   -12,84   -1,29%
  • LQ45 719   -8,00   -1,10%
  • ISSI 254   -3,15   -1,22%
  • IDX30 390   -3,16   -0,80%
  • IDXHIDIV20 485   -2,22   -0,46%
  • IDX80 110   -1,30   -1,16%
  • IDXV30 134   -0,26   -0,19%
  • IDXQ30 127   -0,88   -0,68%

Omzet produk farmasi asing bisa US$ 1,2 miliar


Senin, 09 April 2012 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi teknikal untuk saham CENT, MARI dan SAME hari ini


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Industri farmasi asing di Indonesia memperkirakan pertumbuhan penjualan sebesar 10% tahun ini. Pertumbuhan penjualan didorong oleh kenaikan konsumsi obat-obatan di Indonesia.

International Pharmaceuticals Manufacturers Group (IPMG) sebagai asosiasi produsen farmasi asing di Indonesia menghitung, tahun ini penjualan anggotanya bisa mencapai US$ 1,2 miliar. Jumlahnya naik dari realisasi penjualan tahun lalu sebesar US$ 1,1 miliar. "Kenaikan konsumsi obat tetap akan menjadi faktor utama," kata Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif IPMG di Jakarta, Senin (9/4).

Perkiraan pasar farmasi anggota IPMG itu mengacu pada pertumbuhan penjualan tahunan dari anggota IPMG yang tumbuh dikisaran 10% per tahun.

Hal senada juga disampaikan Anne Belcher, Presiden Direktur PT GlaxoSmithKline Indonesia (GSK). Ia bilang, agar bisa tumbuh 10%, perusahaannya berencana meluncurkan produk baru yang saat ini masih menunggu perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Makin banyak portofolio produk, tentu pasar kami semakin baik," kata Anne. Di Indonesia, GSK menonjolkan produk vaksin, obat sistem pernapasan, dan obat kanker sebagai andalan utama.

Namun produk yang produksi di Indonesia hanyalah produk yang memiliki volume produksi yang tinggi seperti obat OTC, produk consumer health, dan beberapa vaksin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×