Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran kerap jadi pisau bermata dua. Di satu sisi, tujuannya mengurai kepadatan. Di sisi lain, angkutan massal justru terdampak.
Plt. Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, menilai keterlambatan bus AKAP sering kali dipicu oleh kebijakan one way atau penghentian arus tertentu di jalan tol.
Menurutnya, operasional bus sangat bergantung pada kondisi lalu lintas, terutama di ruas tol. Ketika satu arah dihentikan atau dialihkan, arus sebaliknya ikut terganggu.
Baca Juga: Askrindo Bersama IFG Sediakan Ribuan Tiket Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Rutenya
Dampaknya, bus yang seharusnya kembali untuk menjemput penumpang berikutnya menjadi terlambat.
“Jadi kan memang kita ini sangat bergantung dengan arus jalan. Nah, apabila ada penyetopan atau penghambatan searah, sehingga yang arus baliknya terganggu,” ujar Sani, kepada Kompas.com, dikutip Kamis (19/2/2026).
Sani menegaskan, angkutan umum seharusnya mendapat prioritas karena membawa penumpang dalam jumlah besar.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Bridgestone Tebar Diskon dan Hadiah di IIMS
Ia menyebut kepentingan puluhan orang di dalam satu bus mestinya lebih diutamakan dibanding kendaraan pribadi.
Ia mengingatkan pengalaman pada 2021 atau 2022 ketika keterlambatan bus bahkan sampai melewati pergantian hari.
Kondisi itu disebutnya sebagai skenario terburuk yang memicu banyak keluhan penumpang. Karena itu, ia mengusulkan agar kebijakan one way nasional tidak diterapkan secara menyeluruh.
Baca Juga: Kemenhub Jamin Mudik 2026 Aman: Cek Bus di 115 Terminal!
Baca Juga: CMPP Manfaatkan Momentum Mudik Lebaran dengan Diskon Tiket Hingga 17%
“Mungkin (one way) sepenggal itu lebih baik,” kata Sani.
Kurnia juga menyoroti praktik pengalihan bus ke jalan nasional saat tol padat, sementara kendaraan pribadi tetap melintas di tol. Padahal, menurutnya, jalan tol dirancang sebagai jalur bebas hambatan yang lebih cepat dan efisien.
Ia berharap ke depan manajemen lalu lintas saat mudik benar-benar menempatkan angkutan massal sebagai prioritas, bukan sekadar bagian dari arus yang dihentikan.
Selanjutnya: BRI Perkuat Bisnis KPR, Targetkan Pertumbuhan 17%
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Mojokerto Ramadan 2026 Satu Bulan Penuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)