Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) alias Spindo menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 400 miliar pada tahun 2026. Mayoritas anggaran capex ISSP akan dikucurkan untuk menuntaskan proyek ekspansi pabrik atau unit produksi ke-7 (Unit 7).
Chief Strategy & Business Development Officer Corporate Secretary & Investor Relation Spindo, Johanes W. Edward mengungkapkan, ISSP mengalokasikan capex sekitar Rp 300 miliar untuk penyelesaian proyek ekspansi yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur tersebut. Emiten yang bergerak di industri pipa baja ini ingin mengoperasikan Unit 7 secara bertahap pada 2026.
Pengoperasian Unit 7 akan ditandai dengan pemasangan dua mesin Electric Resistance Welded (ERW) berteknologi tinggi. Mesin ERW terdiri dari mesin diameter kecil untuk pipa hingga 8 inci dan diameter besar untuk pipa hingga 24 inci.
Baca Juga: Kementerian ESDM Pangkas RKAB Tambang 2026, Produksi Batubara Sekitar 600 Juta Ton
Mesin ERW berdiameter besar memiliki kapasitas hingga 50.000 ton per bulan, sementara mesin 8 inci dapat memproduksi hingga 20.000 ton per bulan. Johanes mengungkapkan mesin 8 inci akan segera memasuki tahap pemasangan.
Dengan begitu, pengoperasian Unit 7 akan dilakukan secara bertahap pada semester pertama dan kedua tahun 2026. "Dampak dari beroperasinya kedua mill baru tersebut akan terlihat pada tahun 2027," kata Johanes kepada Kontan.co.id, Kamis (8/1/2026).
Secara keseluruhan, ISSP mengucurkan investasi sekitar Rp 1,3 triliun untuk Proyek Unit 7. Pendanaan berasal dari kas internal, dengan merealisasikan capex dalam beberapa tahun (multi-years).
Johanes menggambarkan, pada tahun lalu ISSP mengalokasikan capex sekitar Rp 700 miliar. Sementara pada tahun ini, alokasi capex untuk Proyek Unit 7 diproyeksikan menyerap anggaran Rp 300 miliar.
Baca Juga: Perluas Bisnis Korporasi, Optik Melawai Gandeng Lima Mitra Baru di Awal 2026
ISSP masih mengucurkan capex untuk Unit 7 pada tahun 2027, dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar untuk kelanjutan proyek dan pengembangan
fasilitas lainnya. Selain ekspansi untuk menambah kapasitas produksi melalui Unit 7, ISSP juga sedang membangun fasilitas depo baru di Plant 5, Karawang.
Pembangunan Depo Karawang menjadi bagian dari strategi ISSP dalam memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan pasar domestik. Ekspansi ini merupakan upaya ISSP untuk memperkuat jaringan distribusi dan meningkatkan efisiensi layanan logistik di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Proyek Depo Karawang ditargetkan beroperasi pada kuartal kedua atau kuartal ketiga 2026. Proyek ini menjadi bagian dari fokus capex ISSP, yang secara keseluruhan diproyeksikan mencapai sekitar Rp 400 miliar sepanjang tahun 2026.
"Tahun 2026 keseluruhan capex sekitar Rp 400 miliar. (Anggaran) untuk Unit 7 sekitar Rp 300 miliar dan Rp 100 miliar untuk keperluan yang lainnya, termasuk Depo Karawang," ungkap Johanes.
Targetkan Kinerja Tumbuh 5% - 10%
Secara kinerja, pada tahun ini ISSP mengusung target yang cukup konservatif dengan mengejar pertumbuhan volume penjualan dan laba bersih sekitar 5% - 10% dibandingkan 2025. Sedangkan nilai penjualan ISSP akan bergantung pada harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP).
Adapun, ASP bakal dipengaruhi oleh fluktuasi harga baja dunia. Johanes berharap pergerakan harga baja pada tahun ini akan stabil. Meski demikian, terbuka potensi untuk mengalami fluktuasi dengan rentang perubahan antara 10% - 20%.
"Industri baja pada 2026 sebetulnya menjanjikan. Namun demikian, tahun ini jelas banyak juga tantangan yang menghadang. (Nilai) penjualan nanti terpengaruh harga baja," kata Johanes.
Johanes memperkirakan ada cukup banyak proyek potensial yang berpeluang mendongkrak penjualan ISSP pada tahun ini. Tetapi, dia belum merinci tender proyek mana saja yang akan diikuti. Johanes hanya memberikan gambaran bahwa target pasar ISSP masih menyasar sektor infrastruktur, konstruksi, tambang, otomotif serta minyak & gas.
"Sejauh ini kami melihat strategi tahun sebelumnya masih dapat diterapkan dengan improvement yang lebih baik, yakni pendekatan kepada pelanggan, mengintensifkan kunjungan ke customer dan meningkatkan branding lewat sosial media," tandas Johanes.
Selanjutnya: POCO M8 5G Rilis Global: Kamera 108 MP, Snapdragon 6 Gen 3, Harga Mulai Rp 4,1 Juta
Menarik Dibaca: Yuk Ikutan Challenge Dry January Buat yang Kecanduan Alkohol
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













