Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa transportasi laut PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) mengoptimalkan kinerja tahun 2026 dengan sejumlah langkah. Salah satunya, melalui penambahan jumlah armada.
Corporate Secretary Trans Power Marine, Rudy Sutiono mengatakan, perseroan bersama dengan anak usaha berencana menerima tambahan 17 unit tug boat dan 20 unit tongkang pada tahun ini.
"Penambahan tersebut merupakan bagian dari pesanan yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya," katanya kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).
Untuk pengadaan total 37 armada tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar kurang lebih US$ 65 juta.
Baca Juga: Penjualan Mobil Bekas Melejit 100%, Pedagang Sampai Rebutan Stok
Selain untuk memperkuat kapasitas operasional dan mendukung kebutuhan pelanggan yang terus meningkat, Rudy bilang penambahan armada ini juga merupakan bagian dari program peremajaan aset pihaknya. Di mana, perseroan berupaya tetap menjaga keandalan, efisiensi operasional, serta keberlanjutan kinerja jangka panjang.
Saat ini, seluruh armada milik perseroan kata Rudy berada pada tingkat utilisasi yang optimal. Menurutnya, kondisi ini berkat sinergi seluruh fungsi di perseroan. Khususnya, dalam memastikan ketersediaan kontrak, kelancaran operasional, serta pengelolaan armada yang optimal.
Nah, untuk mempertahankan tingkat utilisasi yang baik pada 2026, Rudy mengungkap pihaknya akan terus menjaga hubungan jangka panjang dengan para pelanggan. Tak hanya itu, TPMA juga bersandar pada keahlian tim operasional dan komersial.
Selain itu, perseroan disebut menjalankan program perawatan rutin dan docking yang terjadwal. "Hal ini untuk memastikan seluruh armada selalu berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan layanan yang andal dan berkelanjutan," kata Rudy.
Bagaimanapun, Rudy tak memungkiri industri pelayaran masih dihadapi tantangan, khususnya di segmen tug and barge. Yakni, adanya pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara dan nikel yang dinilai cukup signifikan dalam rangka menstabilkan harga komoditas.
"Penurunan RKAB tersebut berpotensi mempengaruhi volume angkutan perseroan," ujar Rudy.
Menyikapi hal ini, lanjutnya, perseroan terus berfokus memastikan armada selalu dalam kondisi optimal, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan layanan optimal kepada pelanggan agar tetap menjadi mitra pilihan.
Rudy melanjutkan, pihaknya pada tahun ini masih mencermati dinamika dan kondisi industri pelayaran yang berkembang. Dus, perseroan tak membeberkan target pertumbuhan kinerja tertentu pada tahun ini.
"Namun, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kami akan berupaya memberikan kinerja terbaik bagi seluruh pemegang saham, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," pungkas Rudy.
Baca Juga: GWM Ora 07 Jadi Mobil Dinas Polisi, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Selanjutnya: Tak Semua ASN Bisa Jadi Komcad, Ini Penjelasan Menpan RB
Menarik Dibaca: Reli Empat Hari Berakhir, Harga Emas Dunia Tergelincir ke bawah US$ 5.200
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)