kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pabrik CO2 Murni RMI Berdiri Akhir 2010


Rabu, 10 Juni 2009 / 16:33 WIB


Reporter: Nurmayanti |

JAKARTA. PT Resources Jaya Teknik Manajemen Indonesia Karbonindo Indonesia (RMI) terus melebarkan sayapnya. Rencananya, mereka akan kembali membangun pabrik purifikasi karbondioksida (CO2) kedua pada akhir 2010. Nilai investasi pabrik ini mencapai US$ 8 juta. Dengan pendirian pabrik ini maka total investasi merka di pabrik purifikasi C02 miliknya menjadi US$ 18,6 juta. Kapasitas produksi bertambah dari 24.000 ton per jam menjadi 72.000 ton.

Penambahan produksi ini sejalan kontrak pembelian bahan baku emisi gas buang CO2 dari pabrik besi PT Krakatau Steel. Serta, memenuhi permintaan CO2 murni dari para pembeli. "Kita sedang mencari pendanaan dari pembangunan pabrik kedua ini yang lokasinya di sebelah pabrik pertama. Penjajakan antara lain dari perbankan nasional dan sumber lainnya," kata Presiden Direktur RMI Rohmad Hadiwijoyo, Rabu (10/6).

Para pembeli yang membutuhkan CO2 antara lain berasal dari industri makanan dan minuman, industri manufaktur pengelasan, industri pengawetan makanan, industri pengawetan hasil perikanan dan kelautan, fumigasi, hingga secondary oil recovery. Dari pabrik pertamanya saja, produksi CO2 RMI telah laku terjual. Pembelinya antara lain produsen minuman ringan Coca Cola, perusahaan asal Jepang Iwatani Industries, Malindo dan lainnya. Pabrik pertama RMI ini sudah berdiri pada April 2009. Dengan kapasitas produksi 3 ton per atau 24.000 ton per hari.

Khusus pasokan bahan bakunya, RMI memiliki kontrak jangka panjang dengan PT Krakatau Steel selama 10 tahun. Setiap satu kilogram emisis gas buang dari KS disepakati harga pembelian sebesar Rp 80. Sementara setelah menjadi CO2 murni, harga jual dari RMI sekitar Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×