kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pameran konstruksi Asia Tenggara kembali digelar


Selasa, 06 September 2016 / 23:26 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT UBM Pameran Niaga Indonesia akan menyelenggarakan pameran serta konferensi industri beton dan konstruksi bertajuk Concrete Show South East Asia (SEA) 2016.

Pagelaran ini akan diadakan pada 14-16 September 2016 di Jakarta International Expo Kemayoran. Ini merupakan pameran keempat yang digelar UBM di Indonesia.

Pameran adalah momen yang tepat bagi para pemain industri beton dan kontruksi baik dari Indonesia dan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya. Pameran ini akan menggandeng 200 perusahaan dari 28 negara yang terjun ke sektor ini.

Christofer Eve, Presiden Direktur UBM mengatakan pelaksanaan pameran yang keempat kalinya tersebut di Indonesia lantaran melihat potensi pasar konstruksi di negeri ini terus berkembang.

"Cocrete Show SEA 2016 akan menghadirkan berbagai macam produk, jasa dan teknologi beton dan kontruksi seperti concrete mixer, bathcing plnat, mesin bata ringan dan teknologi besi beton," katanya di Jakarta, Selasa (6/9).

Ia mengharapkan, pagelaran tersebut menjadi sarana yang bsia meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan lantaran para pemain utama global di industri ini akan berkumpul dan berinteraksi pada ajang ini.

Menurutnya, pameran tersebut merupakan ajang yang tepat mengingat pemerintah Indonesia masih fokus pad apengembangan sektor konstruksi dan infrastruktur dalam mendorong perekonomiaan nasional.

Salah satu tantangan dari percepatan pembangun infrastruktur adala redahnya kualitas infrastruktur Indonesia. Ini terbukti dari Global Rangking Logistix Performance Indeks yang dikeluarkan Bank Dunia pada 2016. Berdasarkan data tersebut, indeks kualitas infrastruktur Indonesia ada diurutan 63.

Oleh karena itu, penyelenggaran pameran ini diharapkan akan ada solusi dari insutri beton dan konstruksi untuk mendukung rencana program pemerintah dana peningkatan percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×