kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.800   15,00   0,09%
  • IDX 8.127   4,16   0,05%
  • KOMPAS100 1.144   6,93   0,61%
  • LQ45 831   7,13   0,87%
  • ISSI 287   -2,09   -0,72%
  • IDX30 433   2,86   0,66%
  • IDXHIDIV20 519   4,01   0,78%
  • IDX80 128   1,02   0,80%
  • IDXV30 141   0,32   0,23%
  • IDXQ30 140   0,51   0,37%

Pan Brothers (PBRX) Sebut Pelemahan Rupiah Untungkan Perseroan


Senin, 25 Juli 2022 / 19:41 WIB
Pan Brothers (PBRX) Sebut Pelemahan Rupiah Untungkan Perseroan
ILUSTRASI. Pekerja tengah menyelesaikan produksi masker dan alat pelindung diri (APD) di Pabrik Tekstil PT Pan Brothers Tbk, Banten, Senin (20/4/2020). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyatakan pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguntungkan sampai dengan batas tertentu.

Corporate Secretary Pan Brothers, Iswar Deni tidak mengurai batas yang dimaksud tersebut. Pihaknya menyebutkan, kondisi stabil paling baik. Jikalau terdapat pelemahan tidak terlalu besar dan tidak terjadi lama.

"Untuk eksportir dengan pendapatan berupa Dollar AS, melemahnya rupiah sampai batas tertentu akan menguntungkan. Tetapi stabil paling baik, kalaupun ada pelemahan tidak terlalu besar dan lama," urainya saat dihubungi oleh Kontan, Senin (25/7).

Pada kuartal I 2022, penjualan ekspor perseroan naik 9,90% menjadi US$ 112,91 juta (Rp 1,63 triliun) ) dari sebelumnya sebesar US$ 102,73 juta (Rp 1,48 triliun). Sementara itu, penjualan lokal tercatat turun 38,65% dari sebelumnya US$ 23,57 juta (Rp 341,09 miliar) menjadi US$ 14,46 juta (Rp 209,24 miliar).

Baca Juga: Ekspor Besar, Penguatan Dolar AS Berdampak Positif Bagi Integra Indocabinet (WOOD)

Berdasarkan produknya, penjualan produk tekstil perseroan sepanjang kuartal I 2022 tercatat sebesar US$ 121,49 juta (Rp 1,75 triliun) dan penjualan produk garmen sebesar US$ 5,72 juta atau setara Rp 82,77 miliar.

Sementara itu, beban pokok penjualan sebesar US$ 111,96 juta (Rp 1,61 triliun) atau naik 1,68% dari periode sama tahun lalu sebesar US$ 110,11 juta (Rp 1,59 triliun).

"Untuk bahan baku, ini berkisar 60% sampai dengan 71% dari harga jual. Sebesar 70% sampai dengan 80% masih impor. Pelemahan rupiah membuat biaya rupiah yang dibayar perusahaan menjadi lebih murah, dalam konversi ke dolar AS," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×