kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Parah, Singapura bajak produk hortikultura Indonesia


Kamis, 05 Januari 2012 / 19:27 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (5/2). KONTAN/Baihaki/5/2/2020


Reporter: Dyah Megasari |

MEDAN. Produk hortikultura dari Indonesia khususnya dari Sumatera Utara banyak dibajak oleh Singapura. Hasil hortikultura Indonesia dibeli dengan harga yang murah kemudian dijual kembali oleh pengusaha Singapura ke negara lain dengan harga yang tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Dayan Sotomo, Ketua Komite Tetap Pengembangan Kewirausahaan IMT GT Dewan Bisnis Sumatera Utara saat ditemui di kantornya di Medan, Kamis (5/1).

“Ironis sekali, kita punya produk hortikultura yang bernilai jual tinggi tapi dibajak oleh Singapura untuk dijual kembali ke negara maju,” ungkapnya.

Dayan yang juga anggota Kadin Sumut bidang pengembangan UKM (usaha kecil menengah) menyesalkan infrastruktur pelabuhan di Sumut yang masih tidak mendukung. Ia mengatakan pelabuhan Belawan selalu mengutamakan ekspor produk agrobisnis seperti karet, sawit, kakao, atau kopi.

TribunNews.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×