kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.735   67,00   0,38%
  • IDX 6.088   -7,39   -0,12%
  • KOMPAS100 801   -3,66   -0,45%
  • LQ45 612   -3,90   -0,63%
  • ISSI 214   -0,09   -0,04%
  • IDX30 350   -1,81   -0,51%
  • IDXHIDIV20 434   -5,26   -1,20%
  • IDX80 92   -0,46   -0,49%
  • IDXV30 120   -0,68   -0,57%
  • IDXQ30 114   -1,55   -1,35%

Pasar Afrika jadi andalan untuk menggenjot ekspor CPO


Rabu, 18 September 2019 / 09:55 WIB
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor minyak sawit dan produk turunannya di luar biodiesel dan oleochemical menunjukkan tren yang memuaskan.
 
Kinerja tersebut ditopang kenaikan ekspor CPO ke Afrika sebagai negara tujuan ekspor baru yang sedang digarap Indonesia.

Baca Juga: Pelemahan ringgit menopang kenaikan harga CPO

“Ini adalah keberhasilan Kementerian Perdagangan (Kemdag) dalam melakukan promosi ke negara-negara Afrika,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono dalam keterangan resminya, Rabu (18/9).

Gapki mencatat ekspor ke negara-negara Afrika hingga Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 20,11% (yoy) dibanding periode sama tahun lalu. Adapun total ekspor sampai dengan Juli lalu mencapai 17,76 juta ton. 

Volume ekspor minyak sawit dan produk turunannya tersebut mengalami kenaikan sekitar 16% dari bulan Juni. Sementara dibandingkan periode yang sama 2018 mengalami kenaikan 4,7%. 

Selain Afrika, menurut Joko, kenaikan ekspor terbesar dibukukan oleh China yang tumbuh 46,7%. 

Baca Juga: Didorong berbagai sentimen, harga CPO beranjak naik

Di sisi lain, penurunan ekspor masih terjadi di India sedalam 19,86%, Amerika Serikat, serta Pakistan dan Bangladesh. 

Penurunan ekspor ke India masih dikarenakan pengenaan tarif impor yang tinggi, yakni 54% untuk produk olahan dan 40% untuk produk minyak sawit mentah.




TERBARU

[X]
×