kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,12   3,78   0.40%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pasar e-commerce tumbuh, JNE yakin permintaan pengiriman barang terus meningkat


Kamis, 04 November 2021 / 18:41 WIB
Pasar e-commerce tumbuh, JNE yakin permintaan pengiriman barang terus meningkat


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JNE menilai bahwa bisnis jasa pengantaran logistik memiliki prospek yang cerah di Indonesia. Hal ini seiring dengan perkembangan e-commerce yang begitu cepat, sehingga kebutuhan akan pengiriman barang ikut meningkat secara signifikan.

Dalam berita sebelumnya, JNE menargetkan mampu mencatatkan pertumbuhan volume pengantaran produk sekitar 30%-40% di tahun 2021.

Vp of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan, di tahun ini tampak tren yang meningkat adalah pengiriman barang langsung ke konsumen atau masyarakat (C to C).

Oleh karena itu, JNE akan terus mengembangkan berbagai hal yang dapat memenuhi kebutuhan pengiriman konsumen terkini. Di antaranya adalah meningkatkan kualitas produk layanan atau fasilitas seperti Cash on Delivery (COD), e-payment atau cashless, friendly logistic, JNE Trucking (JTR), dan sebagainya.

“Berbagai strategi JNE lakukan, seperti analisis dan riset secra internal yang terus dijalankan sehingga inovasi-inovasi dapat dilakukan sesuai dengan perkembangan saat ini,” ungkap Eri, Kamis (4/11).

Baca Juga: Bisnis logistik moncer, rata-rata pengiriman Lion Parcel capai 4 juta paket per bulan

Di samping itu, bertambahnya jumlah volume pengiriman JNE yang didorong oleh meningkatnya kebutuhan pengiriman oleh masyarakat, berdampak pula terhadap bisnis para pelaku e-commerce atau Usaha Kecil Menengah (UKM).

Maka dari itu, dukungan diberikan oleh JNE lewat program-program seperti promo diskon ongkos kirim, cashback, dan sebagainya sehingga diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk berbelanja online sekaligus meningkatkan penjualan para pelaku UKM.

Momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 dan 12.12 juga coba dimanfaatkan oleh JNE. Biasanya, pada momen peak season seperti Harbolnas jumlah pengiriman JNE meningkat lebih dari 30%.

“Jadi saat ini, peak season itu bukan hanya Ramadan, Idulfitri, Natal, dan tahun baru saja, melainkan juga Harbolnas dan Harbokir ikut termasuk,” imbuh Eri.

Harbokir sendiri merupakan akronim dari Hari Bebas Ongkos Kirim yang tiap tahun dilaksanakan dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE serta program yang dijalankan untuk mendorong transaksi belanja online, seperti diskon ongkir, cashback, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Perluas jaringan keagenan pemasaran dan layanan, Pegadaian gandeng JNE

JNE pun terus berupaya melakukan ekspansi bisnis. Saat ini, JNE memiliki lebih dari 8.000 titik layanan di seluruh Indonesia. Adapun penambahan titik layanan rata-rata sekitar 10% di tiap tahun.

JNE terus mengembangkan jaringan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Dengan tersebarnya jumlah jaringan tersebut, maka akan memudahkan pelanggan dalam menjangkau titik layanan JNE sampai ke pelosok Indonesia.

Tak hanya itu, untuk menciptakan pengalaman yang baik bagi konsumen, JNE mengoptimalkan seluruh kapabilitas perusahaan untuk terus mengatasi berbagai tantangan. Misalnya, dengan terus meningkatkan performa kerja 8.000 jaringan serta infrastruktur, optimalisasi 10.000 armada dan 50.000 karyawan JNE di seluruh Indonesia.

“Strategi distribusi yang memanfaatkan seluruh moda transportasi yang ada baik udara, darat, maupun laut JNE lakukan dengan efektif agar kualitas pelayanan kepada pelanggan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” pungkas Eri.

Selanjutnya: Kemenkes ungkap 22 mutasi Covid-19 varian Delta sudah ditemukan di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×