kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pasca pabrik kebakaran, Dwi Aneka revisi target


Senin, 22 Februari 2016 / 10:59 WIB
Pasca pabrik kebakaran, Dwi Aneka revisi target


Reporter: Juwita Aldiani | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk harus merevisi ulang target pertumbuhan kinerja tahun 2016 sebesar 30%-40%. Langkah ini mereka lakukan menyusul peristiwa kebakaran yang melalap sebagian pabrik corrugated carton 3 di Jatiuwung, Tangerang, Banten, pada akhir Desember 2015 lalu.

Peristiwa kebakaran tersebut menyebabkan perusahaan ini kehilangan satu lini produksi. Alhasil, aktivitas produksi selanjutnya di pabrik itu tak maksimal. "Makanya proyeksi penjualan kami turun menjadi sekitar 20%-25%," terang Sekretaris Perusahaan PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk, Dinna Afrianti kepada KONTAN, Sabtu (20/2).

Manajemen Dwi Aneka memproyeksi realisasi total penjualan tahun 2015 sekitar Rp 1 triliun. Itu berarti, hitungan target anyar pada tahun  2016 sebesar Rp 1,2 triliun–Rp 1,25 triliun.

Atas kejadian kebakaran yang terjadi, Dwi Aneka memastikan tak akan merumahkan karyawan di pabrik corrugated carton 3. Untuk sementara, mereka mengalihkan sejumlah karyawan di pabrik tersebut ke pabrik yang lain.

Manajemen perusahaan ini tak cuma merevisi target penjualan. Alokasi dana belanja modal alias capital expenditure juga dipangkas. Peristiwa kebakaran pabrik memicu Dwi Aneka memangkas alokasi belanja modal dari Rp 750 miliar menjadi Rp 550 miliar sepanjang tahun ini.

Dwi Aneka berencana memakai belanja modal untuk mendukung rencana pembangunan pabrik corrugated carton yang baru di Subang, Jawa Barat. Perusahaan berkode DAJK di Bursa Efek Indonesia ini berniat membangun pabrik berkapasitas produksi sekitar 120.000 metrik ton per tahun.

Hingga saat ini, rencana pembangunan pabrik di Subang sampai pada tahap pendanaan. "Jika financing sudah selesai, kami bisa melakukan percepatan pembangunan dari sembilan bulan sampai setahun, menjadi sekitar enam bulan saja," beber Dinna.

Lantaran performa pabrik corrugated carton 3 tak bisa maksimal, Dwi Aneka akan memacu kinerja dari operasional pabrik lain. Pertama, flexible packaging dan offset printing melalui PT Interact Corpindo. Dwi Aneka menargetkan kontribusi pendapatan Interact sebesar 20% terhadap total target penjualan 2016 dari Interact.

Perlu diketahui, Interact adalah perusahaan di Bekasi, Jawa Barat yang diakuisisi Dwi Aneka sejak akhir tahun 2015. Interact sudah memiliki sejumlah pelanggan, seperti Nestle, Indofood, dan jaringan restoran cepat saji KFC.

Saat ini, Interact memiliki kapasitas produksi sekitar 4.500 metrik ton per tahun. Nantinya, Dwi Aneka berencana menaikkan kapasitas produksi Interact hingga empat kali lipat.

Kedua, mengandalkan pabrik offset printing 1 dan 2 yang juga terletak di Tangerang. Total kapasitas produksi kedua pabrik tersebut 35.000 metrik ton.

Sementara, realisasi produksi pada tahun 2015 kemarin mencapai 32.000 - 33.000 metrik ton. "Tahun ini, kami akan memaksimalkan produksi bisa mencapai 35.000 metrik ton," ujar Dinna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×