kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pasokan konsentrat Freeport ke Smelting terhenti


Selasa, 29 November 2011 / 09:52 WIB
Pasokan konsentrat Freeport ke Smelting terhenti
ILUSTRASI. Presiden Direktur BBJ, Stephanus Paulus Lumintang


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemogokan pekerja PT Freeport Indonesia (FI) yang tak kunjung berakhir semakin melumpuhkan perusahaan ini. Kini, perusahaan tambang tersebut sudah tidak bisa lagi mengirim konsentrat tembaga ke pabrik peleburan PT Smelting yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Sudah barang tentu, Freeport juga tidak bisa lagi mengirim konsentrate tembaga ke pembelinya di luar negeri.

Kondisi tersebut jelas memukul PT Smelting yang sekitar 70% dari kebutuhan konsentratnya sebanyak 270.000 ton per tahun dari FI. "Pasokan dari PT FI sudah terhenti," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Dede Ida Suhendra, kemarin.

Juru Bicara PT FI Ramdani Sirait membenarkan, PT FI sudah tidak bisa lagi memasok konsentrat. Tidak hanya untuk Smelting Gresik tapi juga ke pembelinya di luar negeri. Penyetopan ini dilakukan karena pipa yang mengalirkan konsentrat dari pabrik pengolahan di dataran tinggi Gresberg ke tempat pengeringan di pelabuhan telah dirusak dan dijarah. "Butuh waktu satu bulan untuk memperbaikinya, itu pun kalau stok pipanya ada karena spesifikasi pipa itu khusus," jelasnya.

Tapi menurut dia, aktivitas penambangan bijih (ore) masih berlangsung walau kapasitasnya terbatas. Truk-truk pun masih bisa mengangkut ore ke pabrik pengolahan yang juga terletak di dataran tinggi. Hanya saja, akibat pipa distribusi konsentrat ke pelabuhan masih rusak, perusahaan tak bisa mengolah ore jadi konsentrat.

Buntutnya, pengiriman konsentrat antara lain ke Smelting pun terhenti. Menurut Dede, Smelting sudah kehabisan stok konsentrat dari Freeport di akhir bulan ini.

Selain dari Freeport, Smelting memasok konsentratnya dari PT Newmont Nusa Tenggara. Karena itu, salah satu solusianya adalah Smelting menambah pasokan dari Newmont. "Tapi belum ada pembicaraan dengan Newmont," ujar Dede.

Namun, Kepala Departemen Komunikasi Newmont Nusa Tenggara Rubi Purnomo mengatakan sebenarnya Newmont sudah menambah jumlah pasokan kosentratnya ke Smelting meski ia tak menyebut jumlahnya. "Saat ini sudah kami lakukan dan tentunya akan terus berusaha membantu semaksimal yang dapat kita lakukan," ujar Rubi dalam pesan singkatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×