kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pebisnis menunggu revisi HET beras


Senin, 31 Juli 2017 / 19:34 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Beberapa hari yang lalu, Kementerian Perdagangan (Kemdag) membatalkan peraturan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Peraturan tersebut dibatalkan akibat berbagai protes yang datang dari pelaku usaha seperti petani, serta pedagang beras.

Hingga saat ini, diskusi untuk menetapkan revisi HET beras masih terus dilakukan. Menanggapi hal tersebut, para pelaku usaha mengaku hanya dapat menunggu keputusan pemerintah.

“Kita tunggu saja revisinya. Harapan kami, kami diajak diskusi dulu dengan berbagai stakeholder di perberasan utk mendapat masukan yang fair. Jadi saling terbuka dan dengan semangat untuk memperbaiki dunia perberasan agar masyarakat bisa dapat beras berkualitas namun terjangkau,” terang Budiman Soesilo, Direktur PT Buyung Poetra Sembada Tbk, Senin (31/7).

Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya mengungkap, para pelaku usaha bersama dengan Menteri Perdagangan masih terus melakukan pembahasan mengenai penetapan revisi HET beras. dia berharap, revisi HET bisa saling memberikan keuntungan kepada para pelaku usaha.

"Saya berharap HET dapat menjadi win-win solution mulai dari petani, penggilingan padi besar atau kecil, pedagang, serta konsumen. Walaupun tidak mungkin membuat senang semua skateholder," jelas Arief, kepada KONTAN.

Sementara itu, Ayong, pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang juga berharap, HET yang ditentukan pemerintah nantinya dapat disesuaikan dengan harga di pasaran, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi seluruh pedagang usaha. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×