kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.819   -9,00   -0,05%
  • IDX 8.122   90,39   1,13%
  • KOMPAS100 1.147   14,66   1,29%
  • LQ45 829   7,64   0,93%
  • ISSI 288   4,68   1,65%
  • IDX30 431   4,08   0,96%
  • IDXHIDIV20 517   4,09   0,80%
  • IDX80 128   1,43   1,13%
  • IDXV30 140   1,24   0,89%
  • IDXQ30 140   1,07   0,77%

Pebisnis restoran tetap andalkan daging impor


Senin, 18 Juli 2016 / 21:28 WIB
Pebisnis restoran tetap andalkan daging impor


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Daging sapi impor masih menjadi primadona bagi para pebisnis restoran. PT Mitra Adi Perkasa Tbk misalnya, lewat restorannya Burger King, mereka diberi pasokan oleh pemasok asing.

"Daging di Burger King dipasok dari daging impor," kata Fetty Kwartati, Director of Investor Relations Mitra Adiperkasa kepada KONTAN, Senin (18/7) Fetty mengungkapkan bahwa saat ini mereka juga menyusun perencanaan yang matang guna menuruti aturan pemerintah terkait dengan kebijakan impor dan suplai daging dari pemasok asing tersebut tidak terkendala beleid tersebut.

Di bisnis ini, memang daging menjadi kebutuhan primer bagi pengusaha restoran. Hal ini juga diakui oleh McDonald yang juga menyatakan bahwa daging menjadi kebutuhan primer mereka .

"Produk yang dijual McD kan berbasis ayam dan daging, karena itu tentunya pengeluaran untuk pembelian ayam dan daging besar," kata Sutji Lantyka, Direktur Komunikasi PT Rekso National Food kepada KONTAN, Senin (18/7). Sutji juga mengakui bahwa daging sapi mereka juga dipasok oleh produk yang berasal dari luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×