kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pebisnis restoran tetap andalkan daging impor


Senin, 18 Juli 2016 / 21:28 WIB
Pebisnis restoran tetap andalkan daging impor


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Daging sapi impor masih menjadi primadona bagi para pebisnis restoran. PT Mitra Adi Perkasa Tbk misalnya, lewat restorannya Burger King, mereka diberi pasokan oleh pemasok asing.

"Daging di Burger King dipasok dari daging impor," kata Fetty Kwartati, Director of Investor Relations Mitra Adiperkasa kepada KONTAN, Senin (18/7) Fetty mengungkapkan bahwa saat ini mereka juga menyusun perencanaan yang matang guna menuruti aturan pemerintah terkait dengan kebijakan impor dan suplai daging dari pemasok asing tersebut tidak terkendala beleid tersebut.

Di bisnis ini, memang daging menjadi kebutuhan primer bagi pengusaha restoran. Hal ini juga diakui oleh McDonald yang juga menyatakan bahwa daging menjadi kebutuhan primer mereka .

"Produk yang dijual McD kan berbasis ayam dan daging, karena itu tentunya pengeluaran untuk pembelian ayam dan daging besar," kata Sutji Lantyka, Direktur Komunikasi PT Rekso National Food kepada KONTAN, Senin (18/7). Sutji juga mengakui bahwa daging sapi mereka juga dipasok oleh produk yang berasal dari luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×