kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pelabuhan Yantian sempat lumpuh, Perprindo: Bahan baku dari China terhambat


Senin, 21 Juni 2021 / 20:04 WIB
Pelabuhan Yantian sempat lumpuh, Perprindo: Bahan baku dari China terhambat
ILUSTRASI. Petugas melakukan pemeriksaan barang-barang di gerai Mitra 10 Harapan Indah Bekasi sebelum peresmiannya, Rabu (16/8). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/16/08/2017

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang kembali menyerang China beberapa waktu lalu mengakibatkan salah satu pelabuhan di sana, yakni Yantian lumpuh sementara. Namun, setelah dapat beroperasi kembali, persoalan baru muncul dan efeknya akan dirasakan pelaku industri Nasional, khususnya industri pendingin refrigerasi. 

Sekretaris Jendral Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo), Andy Arif Widjaja mengatakan  dengan adanya penutupan pelabuhan di China sangat berdampak terhadap industri pendingin refrigerasi di Indonesia. 

Menurutnya, walaupun hanya satu pelabuhan yaitu Yantian yang ditutup dikarenakan pekerjanya terinfeksi virus Covid-19 tetapi efeknya berantai sehingga beberapa pelabuhan kota lainnya mengalami perlambatan. Persoalan ini muncul karena kapal dan kontainer dari Yantian  terhambat.

Baca Juga: Kemenperin: PPKM kembali diterapkan, pelaku industri terapkan prokes ketat

"Saat ini seperti kita ketahui bahwa China merupakan basis manufaktur air conditioner terbesar di dunia dan juga supplier bahan baku industri Refrigerasi terbesar di Indonesia sehingga dengan adanya hambatan pengiriman dari pelabuhan China mengakibatkan keterlambatan pasokan bahan baku untuk produksi produk refrigerasi di Indonesia dan juga barang jadi," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (21/6). 

Andy bilang saat ini produsen pendingin refrigersi dan importir di Indonesia hanya bisa memantau keadaan karena satu-satunya transportasi hanya melalui seafreight dan tidak ada mode transportasi lainnya untuk bahan baku maupun produk refrigerasi. 

Andy menjelaskan lebih lanjut, dengan adanya hambatan shipment dan kelangkaan container maka dapat mengakibatkan kenaikan harga kontainer. Tentu, setelah biaya kontainer naik maka Harga Pokok Produksi (HPP) produk refrigerasi juga otomatis terkerek karena banyak bahan baku yang masih diimpor. 

Tapi untungnya, berdasarkan pantauan Perprindo per-hari ini, kondisi pelabuhan di Yantian sudah berangsur pulih dan sudah mulai beroperasional di kapasitas 70%.  Menurutnya, seharusnya harga jual produk masih dapat stabil saat ini karena keadaan ini tidak berlangsung lama. 

Selanjutnya: Banyak produk yang populer, industri FMCG di Indonesia dinilai masih prospektif

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×