kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pelindo II targetkan laba Rp 3,1 triliun di tahun ini


Minggu, 01 Maret 2020 / 22:22 WIB
Pelindo II targetkan laba Rp 3,1 triliun di tahun ini
ILUSTRASI. Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). Pelindo II menargetkan pertumbuhan Rp 13,5 triliun dan laba Rp 3,5 triliun di tahun 2020. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) menargetkan laba sebesar Rp 3,1 triliun di 2020. Sementara dari pendapatan, perseroan menargetkan angka Rp 13,5 triliun.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, pertumbuhan target kinerja itu juga diiringi dengan kenaikan operasional Pelindo II. Misalnya arus peti kemas di tahun 2020 ini diharapkan tumbuh menjadi 8,1 juta TEUs.

Baca Juga: PLN resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Jawa Timur

Elvyn menjelaskan, Pelindo II juga menyiapkan strategi untuk pertumbuhan organik melalui pengembangan kapasitas internal. Kemudian juga untuk merealisasikan produktivitas bisa lebih tinggi, layanan bisa lebih cepat, ongkos biaya-biaya bisa lebih kompetitif. Tujuannya adalah agar pelayanan pelabuhan bisa lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah. Ini dalam rangka mendukung program pemerintah menurunkan biaya logistik.

"Kita tahu bahwa domestic demand ina masih cukup tinggi. Selama ini yang berorientasi ekspor misalnya, atau impor kita upayakan bisa diganti dengan distribusi arus barang antar pulai di Indonesia. Dengan begitu ada kegiatan kepelabuahannya," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/2).

Elvyn juga mengharapkan sejumlah insentif dalam upaya pengembangan pelabuhan-pelabuhan baru, sehingga memperoleh pendapatan yang cukup untuk mengembangkan usahanya.

Elvyn menuturkan, bentuk insentif yang diperlukan beragam bentuknya. Namun, dalam upaya pengembangan pelabuhan ini ada lebih banyak insentif terkait dengan mengkaji ulang tentang konsesi dan tarif sehingga pelabuhan bisa lebih kompetitif dan bisa mendapatkan pendapatan yang cukup untuk pengembangan usahanya.

Baca Juga: Ihram Asia lakukan penjadwalan ulang bagi jemaah yang batal berangkat umrah

“Insentif memang sebetulnya tidak perlu dalam bentuk finansial tetapi juga bisa berupa relaksasi kebijakan sehingga proses aktivitas pengelolaan jasa pelabuhan bisa lebih cepat dan lebih mudah,” jelasnya.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×