kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Pelindo III tambah fasilitas shore connection di pelabuhan Tanjung Emas


Kamis, 20 Juni 2019 / 15:29 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III terus melakukan inovasi untuk menghemat energi. Salah satunya dengan memasang jaringan listrik dari darat (shore connection) untuk kapal yang bersandar di pelabuhan. 

Anak usaha Pelindo III Group yakni PT Lamong Energi Indonesia telah melakukan ujicoba shore connection di Tanjung Perak untuk kapal petikemas, dan kini uji coba kapal non petikemas di Semarang. Fasilitas shore connection menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak menjadi sumber energi listrik.

Saat ini fasilitas shore connection dengan daya listrik 1 megawatt telah tersedia di Terminal Dwimatama, wilayah Pelabuhan Tanjung Emas yang dioperasikan khusus untuk melayani PT Pupuk Indonesia Logistic (PILOG).

“Selama ini kapal yang bersandar mesinnya harus tetap menyala untuk memenuhi kebutuhan listrik, tapi dengan shore connection pelabuhan yang menyediakan daya listrik sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan” jelas Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, Kamis (20/6). 

Doso Agung menambahkan bahwa fasilitas ini dapat memberikan efisiensi biaya operasional bongkar muat curah kering sebesar 40%. Sekaligus juga dapat mempercepat kegiatan bongkar  muat yang semula 4-5 hari menjadi 3-4 hari.

“Penggunaan listrik pada kapal tanpa solar akan menghemat 40% biaya serta mempercepat bongkar muat karena listrik yang kami sediakan dapat mengoperasikan ship crane secara maksimal,” imbuhnya.

Dengan menggunakan shore connection, produksi bongkar muat curah kering meningkat dari 1.800 – 2.000 ton per hari menjadi 2.300-2.500 ton per hari. Peningkatan tersebut terjadi karena energi listrik memudahkan penggunaan ship crane secara maksimal dan efisien.

“Semula kapal dengan kapasitas 7.500 GT hanya dapat menggunakan 1 ship crane karena solar mahal, tetapi dengan shore connection kapal dapat menggunakan 2 ship crane dengan biaya lebih efisien,” jelasnya dalam siaran pers.

Pelayanan curah kering di Terminal Dwimatama Pelabuhan Tanjung Emas sendiri dilengkapi fasilitas conveyor berukuran 1,2 x 25 meter dan berkapasitas 200 ton per jam.

“Pelindo III akan terus meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan kapal melalui penyediaan fasilitas dan peralatan canggih dan ramah lingkungan. Usaha tersebut dilakukan untuk memberikan kontribusi dan menekan biaya logistik sehingga mampu meningkatkan daya saing produk nasional,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×