Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membidik jumlah pengunjung sebanyak 9.594.479 orang pada 2026. Target tersebut bakal didukung oleh penguatan daya tarik kawasan, optimalisasi event, serta perluasan segmen pasar, termasuk wisatawan mancanegara.
Corporate Communication PJAA Daniel Windriatmoko menjelaskan, pada bisnis eksisting, perseroan akan terus melakukan pembaruan tema kawasan, peningkatan kualitas wahana, dan penguatan pengalaman pengunjung.
Langkah ini bakal dibarengi dengan digitalisasi layanan dan peningkatan fasilitas pendukung guna menjaga tingkat kunjungan sekaligus mendorong belanja pengunjung.
Hingga 24 Januari 2026, jumlah pengunjung yang telah tercatat mencapai 522.637 orang. Untuk mengejar target hingga akhir tahun, perseroan akan memperluas jangkauan pasar, khususnya rombongan wisata dari daerah, dengan memperkuat kemitraan strategis bersama agen perjalanan melalui pendekatan digital marketing.
Baca Juga: Kementerian LH Pastikan Cabut Izin Lingkungan dari 8 Perusahaan Imbas Bencana Sumatra
Selain pasar domestik, PJAA juga membidik wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara tetangga, dengan menggandeng mitra penjualan di pasar luar negeri.
“Pengunjung 2026 diproyeksikan sebanyak 9,594,479 orang,” ucap Daniel saat dihubungi Kontan, Senin (26/1/2026).
Dari sisi strategi, lanjut Daniel, PJAA menempatkan penguatan pendapatan dan profitabilitas sebagai fokus utamanya tahun ini. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi operasional aset eksisting, pengembangan produk dan atraksi baru, serta peningkatan kualitas layanan untuk mendorong pertumbuhan jumlah pengunjung dan meningkatkan nilai kunjungan atau spending per visitor.
Selain itu, di sisi komersial, PJAA melakukan diversifikasi sumber pendapatan lewat kerja sama strategis, penyelenggaraan event dan hiburan, serta monetisasi aset yang selama ini belum optimal. Perseroan juga terus memperkuat efisiensi biaya melalui digitalisasi proses dan pengendalian belanja operasional.
Dari aspek keuangan, perseroan menegaskan akan menjaga disiplin belanja dengan memprioritaskan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan nilai perusahaan, baik dari sisi trafik pengunjung, efisiensi operasional, maupun monetisasi aset dalam jangka panjang.
“Kesiapan keuangan memprioritaskan dalam penggunaan belanja pada program-program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan value perusahaan,” pungkas Daniel.
Baca Juga: KEK Kendal Dorong Realisasi Investasi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah Sepanjang 2025
Selanjutnya: Pemerintah Rancang SBN Valas Domestik ala Tax Amnesty 2022 untuk Serap DHE SDA
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 26-29 Januari 2026, Jambu Crystal-Bawang Merah Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













