kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.123   78,00   0,46%
  • IDX 6.974   -15,89   -0,23%
  • KOMPAS100 958   -6,70   -0,69%
  • LQ45 702   -5,84   -0,83%
  • ISSI 250   -0,08   -0,03%
  • IDX30 382   -5,80   -1,49%
  • IDXHIDIV20 473   -8,54   -1,77%
  • IDX80 108   -0,73   -0,67%
  • IDXV30 131   -1,80   -1,36%
  • IDXQ30 124   -2,08   -1,65%

Pembangunan kilang LPG BBWM mandek


Rabu, 02 September 2015 / 14:40 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) berencana meningkatkan kapasitas produksi kilang liquified petroleum gas (LPG) tahun ini. BUMD milik pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersebut, saat ini baru mengoperasikan kilang LPG dengan kapasitas 40 ton per hari.

Nah, BBWM kini sedang menyelesaikan pembangunan kilang baru tahap kedua. Kilang ini ditargetkan selesai November 2015 sehingga perusahaan ini memiliki kapasitas total hingga 100 ton per hari. Pembangunan proyek kilang LPG ini menghabiskan dana Rp 200 miliar.

BBWM menargetkan, sampai tahun 2016 akan ada 3 kilang LPG beroperasi. Untuk kilang ketiga, BBWM sudah menemukan investor lokal untuk diajak bersama-sama membangun kilang. Investasi pembangunan kilang LPG ini sekitar US$ 25 juta.

Namun dikarenakan harga minyak dunia turun, pembangunan kilang ketiga ini mandek. "Kondisi pembangunan saat ini macet karena harga minyak dunia belum ekonomis," terang Direktur Utama BBWM Mukti Prananto Sukodjatmoko kepada KONTAN, Rabu (2/9).

Padahal kilang ini diharapkan mampu mengolah 15 mmscfd gas alam dari Blok Tambun dan Blok Pondok Makmur menjadi 40 ton LPG per hari. Tak hanya pembangunan kilang, BBWM juga belum berani menjalankan proyek lain seperti infrastruktur pipa. "Kami tunda dulu, kami melihat kondisi harga minyak dunia dulu," tutup Prananto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×