CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Pemerintah Akan Merilis Motor Listrik Nasional, Aismoli: Regulasi Harus Sama


Senin, 20 Juli 2026 / 13:05 WIB
Pemerintah Akan Merilis Motor Listrik Nasional, Aismoli: Regulasi Harus Sama
ILUSTRASI. Ketua Asosiasi Industri Motor Listrik (Aismoli) Budi Setiadi (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meluncurkan sepeda motor listrik nasional dalam waktu dekat mendapat sambutan positif dari pelaku industri. 

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai kehadiran produk nasional ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik secara massal di Indonesia.

Ketua Umum Aismoli, Budi Setiadi menyampaikan bahwa langkah pemerintah tersebut akan mempertegas masa depan industri kendaran ramah lingkungan di tanah air. 

Baca Juga: Antam (ANTM) Ekspansi Jaringan Ritel, Buka Butik Emas di Bandar Lampung

Dia bilang, kehadiran motor listrik nasional diharapkan mampu memberikan efek positif serta dorongan kuat bagi keseriusan pengembangan industri otomotif berbasis baterai, termasuk mendukung pabrikan yang sudah beroperasi lebih dulu.

"Saya menyambut baik kalau kita akan membangun industri sepeda motor listrik nasional, dan akan semakin memperkuat bahwa sepeda motor listrik nantinya akan massal digunakan masyarakat. Mudah-mudahan memberikan efek positif untuk keseriusan pemerintah dan membantu yang sudah existing di bawah kita ada sekitar 36 merek," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (20/7/2026).

Mengenai koordinasi dengan pemerintah, Budi menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi dan memberikan masukan terkait peta jalan serta kondisi pasar motor listrik saat ini. 

Ia berharap pemerintah tidak membedakan regulasi maupun skema insentif antara motor listrik milik negara dengan produk yang diproduksi oleh pihak swasta.

Budi menegaskan, pentingnya kesetaraan tingkat kebijakan (level playing field) agar 36 Agen Pemegang Merek (APM) swasta yang telah berinvestasi sejak awal tidak dirugikan. 

Menurutnya, ketimpangan kebijakan dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem bisnis, penyerapan ribuan tenaga kerja, serta jaringan rantai pasok lokal hingga pelaku UMKM yang telah dibangun oleh industri swasta.

"Harapan saya nantinya di dalam kebijakan jangan menjadi ada pemisahan antara motor listrik buatan pemerintah dengan yang swasta. Jangan sampai nanti begitu motor listrik nasional dibuat, kemudian subsidi dan sebagainya diberikan beda, pokoknya intinya harus ada perlakuan kebijakan yang sama agar kita sama-sama berjuang masuk pasar," tegasnya.

Baca Juga: ID FOOD Bidik 25.000–27.000 Mitra Warung Pangan hingga Akhir 2026

Dari sisi harga dan persaingan, Budi menilai banderol motor listrik saat ini sudah semakin terjangkau seiring maraknya pabrik baterai lithium lokal di Indonesia. 

Besaran subsidi yang mengacu pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga dinilai mampu menjaga harga jual di pasar tetap kompetitif secara adil antara produk pemerintah dan swasta.

"Kalau nanti industri pemerintah ini membuat yang lama tidak berkembang ya sayang juga, makanya kita harapkan ada level yang sama di kebijakan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×