CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

ID FOOD Bidik 25.000–27.000 Mitra Warung Pangan hingga Akhir 2026


Senin, 20 Juli 2026 / 11:23 WIB
ID FOOD Bidik 25.000–27.000 Mitra Warung Pangan hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Logo ID FOOD (Dok/ID FOOD)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD membidik pengembangan jaringan Warung Pangan hingga memiliki 25.000–27.000 mitra pada akhir 2026. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas bisnis distribusi pangan sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan pangan nasional.

Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro mengatakan, Warung Pangan merupakan program berkelanjutan yang akan dikembangkan di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Saat ini, ID FOOD mengelola 42 cabang yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Seluruh cabang tersebut akan menjadi basis pengembangan jaringan Warung Pangan.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Optimistis Permintaan Rumah Tetap Terjaga hingga Akhir 2026

“Kita berharap bahwa akhir tahun 2026 ini kita akan dengan kampanye dan support yang masif dari kementerian kita berharap kita bisa mempunyai mitra sekitar 25.000-27.000 di akhir tahun ini,” ungkap Dwi, usai acara peluncuran Warung Pangan pada Senin (20/7) di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan. 

ID FOOD mencatat, sebanyak 600 mitra warung pangan sudah beroperasi secara serentak di wilayah Jabodetabek. Sementara secara nasional, jumlah mitra yang telah tergabung dalam sistem Warung Pangan mencapai sekitar 8.000 mitra.

Ia memaparkan, warung pangan bukan merupakan gerai milik ID FOOD. Program ini merupakan sistem yang menghubungkan pedagang atau warung tradisional dengan jaringan distribusi perusahaan.

Melalui sistem tersebut, mitra dapat melakukan pemesanan produk secara daring sehingga kebutuhan barang di masing-masing wilayah dapat dipantau secara real time. 

Khusus untuk wilayah dengan permintaan tinggi, ID FOOD juga membangun stok poin yang melayani beberapa pasar sekaligus.

Secara prospek bisnis, pengembangan warung pangan merupakan bagian dari strategi  perusahaan untuk memperluas cakupan distribusi produk kebutuhan pokok.

Ke depan, perusahaan akan memperbesar porsi bisnis produk consumer pack seperti beras, gula, minyak goreng, air minum dalam kemasan, tepung, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. 

Peningkatan volume menjadi fokus utama perusahaan mengingat bisnis distribusi memiliki margin yang relatif tipis.

“Artinya bisnis ini secara bisnis memang marginnya tidak besar. Karena tidak besar berarti kan volumenya harus besar. Karena kalau volumenya kecil sudah marginya kecil tidak akan bisa meng-cover perusahaan yang sebegini besar,” yambahnya. 

Di sisi lain, ID FOOD juga berupaya memperluas distribusi produk-produk milik sendiri seperti gula Raja, beras Rania maupun minyak goreng Rania. Sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, baik dari sisi volume penjualan maupun laba bersih. 

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menambahkan, pengembangan warung pangan juga akan memperkuat kolaborasi dengan sentra-sentra produksi pangan di berbagai daerah sehingga komoditas unggulan dapat memiliki akses pasar yang lebih luas.

Ia pun menegaskan kehadiran warung pangan tidak bertabrakan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menurutnya, kedua program justru bisa saling berkolaboarasi dalam menjaga distribusi pangan.

“Dengan adanya KDMP kita juga berkolaborasi, kita bisa juga sebagai agregator untuk ada sumber-sumber di desa-desa tertentu yang sesuai dengan kondisinya, sehingga kita bisa olah,” tambahnya.

KDMP nantinya akan berfokus pada penyaluran barang-barang bersubsidi agar dapat diterima masyarakat secara langsung, sementara ID FOOD akan menjalankan fungsi stabilisasi harga untuk komoditas pangan di luar barang subsidi.

Baca Juga: Volume Kontrak Pasokan Bioetanol PTPN I dengan Pertamina Capai 3 Juta Liter pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×