kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.765   -102,00   -0,57%
  • IDX 6.503   108,73   1,70%
  • KOMPAS100 841   15,84   1,92%
  • LQ45 637   9,97   1,59%
  • ISSI 229   4,80   2,14%
  • IDX30 355   4,33   1,23%
  • IDXHIDIV20 431   3,84   0,90%
  • IDX80 96   1,75   1,86%
  • IDXV30 120   1,07   0,90%
  • IDXQ30 113   1,22   1,10%

Pemerintah Bidik 100% Rasio Elektrifikasi dalam 5 Tahun, Papua jadi Prioritas


Kamis, 20 Agustus 2026 / 14:47 WIB
Pemerintah Bidik 100% Rasio Elektrifikasi dalam 5 Tahun, Papua jadi Prioritas
ILUSTRASI. PLTS PLN (Dok/PLN)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik pemerataan akses listrik penuh atau 100% rasio elektrifikasi di seluruh Indonesia dalam kurun 4 hingga 5 tahun ke depan.

Wilayah Indonesia Timur, khususnya kawasan Papua, ditetapkan sebagai fokus prioritas utama pemerintah dalam mengakselerasi penyediaan aliran listrik hingga ke pulau-pulau serta kawasan perdesaan terisolir.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto, menjelaskan bahwa akselerasi target tersebut ditempuh melalui penguatan Program Listrik Perdesaan secara masif.

Baca Juga: Astra Otoparts Bidik Peluang Bisnis Aki dari Tren Kendaraan Listrik

Skema pengembangan listrik desa di wilayah Papua bakal mengombinasikan perluasan jaringan distribusi konvensional serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

"Pemerintah menargetkan seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh akses listrik dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Guna menopang keberlanjutan infrastruktur kelistrikan tersebut, pemerintah secara paralel menyiapkan sumber daya manusia (SDM) teknik lokal yang kompeten dan bersertifikat resmi.

"Harapannya, kegiatan sertifikasi kompetensi ini dapat memberikan dukungan pada Program Listrik Perdesaan melalui penyediaan SDM yang berkompeten," ujar Eri.

Adapun, penyiapan tenaga teknik berstandar keselamatan tinggi tersebut dijalankan melalui Program Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Jalur Vokasional Khusus 2026.

Pada tahun ini, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menargetkan sertifikasi bagi 480 pelajar di 12 provinsi, mencakup Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, hingga Papua Selatan.

Penguatan kapasitas tenaga lokal di tingkat tapak ini diharapkan mampu menjamin keandalan pasokan listrik perdesaan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Baca Juga: Populasi Kendaraan Tembus 165 Juta Unit, AUTO Yakin Bisnis Aki Replacement Prospektif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×